(Ki-ka): Manager Advokasi JPPR, Sunanto, Koordinator Nasional JPPR, Afifuddin, dan Deputi Koordinator Nasional JPPR, Masyukurudin Hafidz, saat memberikan keterangan pers bertajuk Sikap Politik JPPR, Satu Tahun Menjelang Pemilu 2014.

Jakarta - Deputi Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Masyukurudin Hafidz mengatakan, pihaknya mengapresiasi bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) hari ini telah memberikan informasi bakal calon anggota DPR di kanal resminya. Namun lebih dari itu, pihaknya mengharapkan KPU Daerah juga melakukan hal serupa.

"Pengumuman informasi bakal calon ini perlu diikuti oleh KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota. Bagi KPU daerah yang mempunyai laman resmi, bisa dimanfaatkan untuk memuatnya," ujar Masykurudin kepada media ini, Rabu (24/4).

KPU menurutnya, juga bisa mengoordinasikan jajaran KPU daerah untuk juga membuka ruang-ruang keterbukaan tersebut. Catatan ini menurutnya juga penting untuk menjadi pelajaran bagi KPU, agar nanti pada saat KPU mengumumkan Daftar Calon Sementara (DCS) dan masuk dalam tahapan masukan dan tanggapan dari masyarakat, mereka tidak hanya mengumumkan nama-nama calon saja namun juga informasi terkait lainnya. Sehingga dari situ, masyarakat pemilih mampu melihat rekam jejak setiap calon yang diusung oleh partai politik (parpol).

Masyukurudin menambahkan, ada beberapa catatan untuk KPU dalam pengumuman ini. Setidaknya menurutnya, informasi yang disampaikan di kanal resmi tersebut perlu diberi penjelasan, bahwa daftar bakal calon ini adalah data awal yang diserahkan oleh parpol yang akan diverifikasi secara administratif. Artinya, nantinya masih dapat berubah dan berganti setelah diverifikasi lebih lanjut oleh KPU dan perubahan yang dilakukan parpol.

Kemudian, menurut Masyukurudin lagi, dalam mencantumkan daftar bakal calon, KPU hanya mencantumkan nama-nama saja, tidak disertai jenis kelamin. Padahal menurut nya, apabila merujuk ke rekapitulasi yang diumumkan oleh KPU pada Senin (22/4), sudah ada jumlah laki-laki dan perempuan, serta terdapat berapa persentase bagi masing-masing parpol tersebut.

"Kalau saja dalam daftar ini juga dicantumkan jenis kelaminnya, maka akan semakin memudahkan bagi kita untuk mengidentifikasinya," tambahnya.

Meski begitu, dia menyatakan bahwa secara umum, JPPR mengapresiasi langkah KPU ini, karena daftar bakal calon tersebut oleh masyarakat pemilih dan para bakal calon sendiri dapat diakses dengan mudah. Masyarakat pun sejak awal bisa melihat nama-nama yang diserahkan oleh parpol yang bersangkutan.

 

Suara Pembaruan

Penulis: WIN

Sumber:Suara Pembaruan