Sekjen DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo (kiri) menyerahkan daftar bakal calon legislatif sementara kepada petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Gedung KPU, Jakarta.

 Kebanyakan Parpol dicap negatif.

Jakarta - Pengetahuan pemilih muda tentang partai politik (parpol) peserta pemilihan umum (pemilu) 2014 sudah tinggi. Dalam hasil survey Indobarometer 85 persen pemilih muda pernah mendengar parpol-parpol peserta pemilu.

"Pemilih muda hanya kurang info. Baik info soal apa itu politik, demokrasi, partai politik dan tentus saja apa itu pemilu. Kurangnya informasi tentu berimplikasi pada minat," kata Direktur Lingkar Masyarakat Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti di Jakarta, Jumat (26/4).

Menurutnya, parpol perlu melibatkan pemilih muda. Apalagi kebanyakan parpol dicap negatif. Berpolitik buruk, penuh intrik, pertengkaran dan korupsi dapat menurunkan minat bagi pemilih untuk terlibat dalam politik dan kepemiluan.

"Kurangnya info juga mengakibatkan terputusnya imajinasi mereka antara hubungan-hubungan sosial dan hubungan-hubungan politik. Dua hal itu seperti dua kutub yang terpisah. Padahal memang menyatu saling mempengaruhi dan memberi. Oleh karena itu, perlu info sebanyak mungkin untuk menarik pandangan positif dan keterlibatan pemilih muda," ujarnya.

Secara terpisah, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Marurar Sirait mengatakan, terjadi penurunan party identification yang sangat besar yakni 25,4 persen pada Mei 2012 menjadi 13,5 persen pada Maret 2013. Makin banyak generasi muda yang tidak merasa dekat dengan partai.

"Fenomena 'emoh partai’ di kalangan muda ini merupakan kabar buruk bagi masa depan pelembagaan sistem kepartaian di Indonesia," kata Maruarar saat menyampaikan hasil survey Indobarometer di kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (25/4).

Dia menambahkan, sikap emoh partai yang semakin besar di kalangan anak muda tidak lepas dari berbagai isu korupsi yang marak belakangan ini. Hal itu, kata pria yang akrab dipanggil Ara ini, terlihat dari citra parpol yang sebagian diasosiasikan oleh anak muda dengan isu korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), perebutan jabatan, obral janji dan lain sebagainya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal PDIP Tjahjo Kumolo mengakui bahwa parpol kerap mendapat sorotan dari publik. "Wajar kalau parpol jadi
sorotan. Satu oknum partai berperilaku negatif bisa buat opini yang tidak mengenakkan bagi pelaku politik," kata Tjahjo.

Karena itulah, lanjut Tjahjo, Bidang Pemuda dan Olahraga (Bidpora) DPP PDIP harus mengakomodir kaum muda. "Bidpora harus selalu berikan apresiasi kepada kaum muda. Itu penting sebagai wujud komitmen kita untuk memberi kesempatan yang sama pada anak muda," ujarnya.

Suara Pembaruan

Penulis: C-6/FER

Sumber:Suara Pembaruan