Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2013 di Jakarta

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan para elite politik bersikap arif dan tidak membawa persoalan politik ke ranah sosial karena berpotensi menimbulkan gangguan keamanan di masyarakat.

Dia mengaku bahwa menjelang penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, suhu politik bakal memanas dan sering terjadi benturan sosial.

“Oleh karena itu, mari kita jaga, utamanya benturan sosial yang bisa terjadi pada saat kampanye Pemilu berlangsung. Mari kita pastikan bahwa pengawasan Pemilu berlangsung secara efektif dan mari kita cegah dan putuskan mata rantai antara politik, sosial, dan keamanan,” kata Presiden pada pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2013 di Jakarta, Selasa (30/4).

Presiden mengatakan, benturan sosial berpotensi terjadi di berbagai daerah di Tanah Air, khususnya pada saat kampanye Pemilu. Oleh karena itu, pengawasan Pemilu harus dilakukan secara efektif agar dapat mencegah terjadinya benturan sosial.

“Maksud saya, kalau ada peristiwa politik yang tidak kita kehendaki tapi terjadi dan kita tahu alirannya adalah ke wilayah sosial, jangan dibiarkan. Kalau ada tanda-tanda benturan yang alirannya ke wilayah keamanan, mari dengan cepat kita putus mata rantai itu. Kita cegah, kita kelola dengan baik. Dengan begitu tidak masuk pada gangguan keamanan,” kata Presiden.

Dia menyebutkan, benturan sosial dan gangguan keamanan dapat dicegah apabila komponen masyarakat dan pemerintah turut berpartisipasi aktif menjaga suasana tetap kondusif. Disebutkan bahwa pemerintah telah terbukti mampu menjaga stabilitas politik, sosial, dan keamanan ketika menyelenggarakan Pemilu 2004 dan 2009.

“Saya mengajak kepada semuanya mari kita jaga situasi seperti itu pada rangkaian Pemilu 2014. Saya yakin pemilu kali ini bisa berlangsung aman seperti pada dua pemilu lalu,” kata dia.

Investor Daily

Penulis: Nov

Sumber:Investor Daily