Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.

Semarang - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri mengingatkan kemungkinan terjadinya money politic dalam pemilihan gubernur Jawa Tengah. Dirinya mengajak pendukung Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko untuk berani menolak praktik politik uang jika terjadi pada Pilgub Jateng tanggal 26 Mei mendatang.

Indikasi money politic, dikemukakan Megawati atas kasus yang terjadi dalam Pilgub Bali yang digelar 15 Mei 2013 lalu. Berdasarkan laporan yang diterimanya, begitu banyak uang berhamburan untuk mengalahkan calon gubernur yang diusung PDI Perjuangan.

"Awal mula permainanya mereka diberi uang 50 ribu. Eh rakyatku pinter. Ternyata satu orang dikasih 300 ribu. Bayangkan," tutur Megawati dalam orasinya dihadapan ribuan massa pendukung Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko di Lapangan Tri Lomba Juang, Semarang, Senin (20/05).

Dalam kampanye tersebut, calon gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga mengingatkan akan adanya serangan fajar dan money politic dalam pemilihan gubernur mendatang. Ganjar belajar dari pengalaman pilgub Bali, khususnya yang terjadi di kabupaten Buleleng belum lama ini.

"Di Bali, pendukung kita digembosi. Di Jawa Tengah, kita tidak boleh lengah, kita tidak mau digembosi. Kita hari ini mulai melawan mereka yang melakukan serangan fajar dan money politic," tandas Ganjar dalam orasinya di depan ribuan massa pendukungnya.

Untuk mengantisipasi itu, Ganjar bersama partainya akan menyiapkan Satgas Anti Money Politic.

"Hal itu pernah kita terapkan waktu Pilkada di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Banyumas," pungkasnya.

Penulis: Feriawan Hidayat/FER

Sumber:PR