Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh memberi sambutan saat membuka "Pekan Orientasi Caleg DPR-RI Partai NasDem" di Jakarta, Senin (3/6).

Jakarta -  Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menegaskan, kebiasaan memberikan 'setoran' anggota legislatif kepada partainya, tidak akan terjadi di NasDem.

Selama ini, kebiasaan buruk anggota parlemen yang diwajibkan menyetor sejumlah uang demi kepentingan partainya, diduga menjadi pemicu praktik korupsi.

"Anggota parlemen sebagai ATM parpol tidak terjadi di NasDem. Semua menyangkut mmasalah etika berpolitik. Kalau kami ulangi masalah yang sama, apa bedanya NasDem dengan parpol lain," kata Surya Paloh, menanggapi iuran kader di DPR kepada Partai sesaat sebelum menutup Pekan Orientasi Caleg DPR-RI Partai NasDem, Rabu (5/6) di Jakarta.

Dalam pekan orientasi caleg yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut itu, dia juga berharap target tiga besar dalam Pemilu 2014 dapat tercapai.

"Sebagai partai baru saya ingin berikan apresiasi atas suksesnya pekan orientasi ini. Antusias para caleg sangat luar biasa dan berperan aktif terhadap materi yang diberikan," kata Surya.

Ditambahkan, pembekalan pada masa orientasi Caleg tersebut diharapkan mampu memberikan motivasi, guna mencapai target dan obsesi sebagai partai baru, yakni masuk tiga besar.

"Target setidaknya tiga besar. Kalau di atas 10 persen akan confidence. Kalau di bawah 10 persen Partai NasDem akan jadi oposisi," ujar Surya.

Ditegaskan, sebelum ada hasil pemilu legislatif (Pileg), haram hukumnya bagi kader NasDem untuk membicarakan calon presiden. Sebagai partai baru, penjajakan akan terus dilakukan untuk mengetahui sejauh mana masyarakat mendukung upaya restorasi nasional. [Y-7]

Suara Pembaruan

Penulis: Y-7/AF

Sumber:Suara Pembaruan