Korps Marinir TNI AL mengikuti Gelar Pasukan Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2013 di Dermaga Madura Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim.

Medan - Tentara Nasional Indonesia (TNI) meningkatkan kerjasama dengan Angkatan Tentara Malaysia (ATM) dalam memerangi segala bentuk kejahatan yang mengancam kedua negara, utamanya tentang terorisme.

Peningkatan sinergitas antarkedua negara tersebut dilaksanakan sekali dalam tiga tahun. Kerjasama ini dilakukan dalam menjaga keamanan di darat, laut maupun udara yang menghubungkan kedua negara.

"Pelatihan bersama ini perlu ditingkatkan secara bersama-sama untuk mempersempit ruang gerak terorisme," ujar Agus Suhartono di Landasan Udara (Lanud) Soewondo Medan, usai membuka Latihan Gabungan Malaysia-Indonesia (Latgab Malindo), Jumat (7/6).

Panglima mengatakan, ancaman teroris bisa sewaktu-waktu muncul tanpa diketahui. Teroris merupakan musuh bersama. Indonesia merupakan salah satu negara yang dijadikan sasaran empuk teroris. Sebab, Indonesia juga sebagai bagian dari wilayah perlintasan internasional.

Hadir dalam pembukaan Latgab Malindo 2013 ini, Panglima ATM Jenderal Tansri Dato' Sri Zulkifeli, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Moeldoko, Panglima Kodam I/BB Mayjend TNI Lodewijk F Paulus, Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, dan Plt Walikota Medan Dzulmi Eldin serta pejabat-pejabat lainnya dari kedua negara.

Jumlah pasukan TNI yang dikerahkan dalam latihan itu sebanyak 1.935 personil yang terdiri dari Kopassus, Angkatan Laut (AL) Lantamal I Belawan, Angkatan Udara (AU) Lanud Soewondo Medan dan personil Kodam I Bukit Barisan serta dari Mabes TNI.

Sementara itu, pasukan dari Angkatan Tentara Malaysia (ATM), menurunkan sebanyak 293 personel, yaitu dari Pasukan Angkatan Udara (Paskau) ATM, Pasukan Angakatan Laut (Paskal) ATM dan Angkatan Darat. Latihan bersama ini dilaksanakan selama d hari, terhitung sejak tanggal 7 - 12 Juni.

"Betuk latihan itu dilakukan dengan strategi penyelamatan pesawat jika dibajak teroris saat di udara, yang dicontohkan di Bandara Polonia Medan. Kemudian, penyelamatan penumpang kapal laut dari aksi teroris di laut, yang dilaksanakan di Belawan dan pusat keramaian di Medan," katanya.

Panglima ATM, Jenderal ATM Tansri Dato' Sri Zulkifeli mengatakan, kelompok terorisme merupakan pelaku kejahatan manusia yang menjadi musuh dunia. Oleh karena itu, kejahatan teroris itu harus diperangi secara bersama.

"Kami bangga bisa bekerjasama dengan TNI dalam memerangi terorisme. Dalam latihan bersama ini, kami juga membawa alat perang yang dipergunakan untuk latihan. Indonesia sama dengan Malaysia, mempunyai tekad kuat dalam memerangi teroris," sebutnya.

Suara Pembaruan

Penulis: 155

Sumber:Suara Pembaruan