Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Gatot S Dewa Broto (kanan).

Jakarta – Pemerintah melalu tim Sosialisasi Penyesuaian Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang beranggotakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) bersama 10 operator telekomunikasi bakal mengirimkan SMS ke banyak tujuan (broadcast) yang berisi sosialisasi kenaikan harga BBM.

SMS tersebut bakal dikirim ke seluruh pengguna selular yang diperkirakan mencapai 240 juta pengguna.

“Mulai hari ini, tim sosialisasi dengan 10 operator telekomunikasi akan mengirimkan sosilisasi mengenai kenaikan BBM kepada 240 juta pengguna selular aktif,” jelas Kepala Pusat dan Informasi Humas Kemkominfo, Gatot S Dewa Broto di sela peresmian pengiriman SMS Broadcast di Kementerian ESDM di Jakarta, Senin (17/6).

Kesepuluh operator yang turut berpartisipasi tersebut adalah Telkom, Telkomsel, Indosat, XL, Axis, Tri, Esia, Smartfren, Smart Telecom, dan Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI).

Menurut Gatot, SMS broadcast akan dikirimkan dalam waktu dua minggu dengan mekanisme satu nomor, satu SMS. Ia menerangkan, SMS broadcast seperti ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh 10 operator dan Kemkominfo. Pada tahun 2009, hal yang sama pernah dilakukan untuk sosilisasi Pemilhan Umum Presiden dan Wakil Presiden.

“Perlu diketahui, isi dari SMS ini tergantung pemerintah. Karena tim sosialisasi langsung diketuai oleh Wakil Presiden. Sementara pihak operator hanya bertanggung jawab mengirimkan SMS saja,” jelas dia

Adapun isi sms sosialiasi harga BBM yang akan dikirimkan adalah sebagai berikut: "Subsidi BBM tidak tepat sasaran, lebih banyak dinikmati orang kaya, dan hanya menciptakan ketidakadilan!!!"

Investor Daily

Penulis: RID/NAD

Sumber:Investor Daily