Ilustrasi Kotak Suara Pemilukada.

Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ferry Kurnia Rizkiyansyah menjelaskan, ada mekanisme bagi pemilih yang tinggal di daerah asal untuk tetap bisa memilih di tempat lain yang tidak sesuai domisili KTP. Dengan catatan, pemilih menunjukkan formulir A5 yang diperoleh dari Panitia Pemungutan Suara (PPS).

"Sejak Daftar Pemilih Tetap (DPT) keluar, pemilih sudah bisa meminta formulir A5 ke petugas PPS di tempat asal untuk ditunjukkan ke petugas PPS tujuan. Formulir A5 adalah formulir model khusus, yaitu model formulir untuk menyatakan bahwa dia memilih tidak di tempat asal sesuai KTP," ujarnya di Media Center KPU, Jakarta Pusat, Jumat (5/7).

Ferry mencontohkan, seseorang yang terdaftar sebagai pemilih sesuai domisili KTP di Bandung, Jawa Barat, karena bekerja di Jakarta, maka orang itu bisa meminta formulir A5 ke PPS tempat domisilinya di Bandung. Nanti, PPS di Bandung memberitahu PPS di Jakarta yang akan jadi tempat bagi Ferry untuk mencoblos.

"Tapi ini enggak termasuk dengan TPS seperti yang ada di bandara, karena pemilih bisa memberikan hak suaranya masuk dalam Daftar Pemilih Khusus," kata Ferry.

Formulir A5 ini, lanjut Ferry, harus diurus langsung oleh pemilih, tidak dapat diwakilkan.

Mekanisme mendapatkan formulir A5 ini dapat digunakan untuk Pemilu Legislatif (pileg) dan Pemilu Presiden (pilpres).

Meskipun begitu, Ferry mengimbau agar dalam Pileg nanti, pemilih dapat menggunakan hak pilihnya sesuai domisili KTP-nya. Keuntungannya, pemilih dapat menggunakan hak suaranya untuk memilih caleg dari daerah pemilihannya, baik untuk tingkat DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten atau Kota.

Sementara jika menggunakan formulir A5, pemilih hanya memilih caleg dari dapil tempat dia memilih.

"Itu yang harus dipahami. Kalau misalnya kita dapil Bandung, pastinya mau memilih di Bandung. Tapi kalaupun kita memilih di Jakarta, berarti pemilih mau tidak mau memilih calonnya dari dapil Jakarta. Kemudian jika seperti itu besar kemungkinan dia tidak mencoblos karena tidak kenal calonnya. Itu bisa saja," ungkap Ferry.

Suara Pembaruan

Penulis: A-25/NAD

Sumber:Suara Pembaruan