Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) didampingi Wapres Boediono memimpin jalannya rapat kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (18/7).

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi Wapres Boediono, hari ini, Senin (29/7), akan menggelar rapat paripurna Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II untuk membahas mengenai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2014 dan Nota Keuangan.

Rencananya, RAPBN 2014 dan Nota Keuangan akan disampaikan Presiden SBY di depan sidang gabungan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, di Gedung DPR/MPR Jakarta, pada pekan pertama Agustus 2013.

Rapat yang akan digelar di Kantor Kepresidenan, Senin (29/7) sekitar pukul 11.00 WIB ini sendiri, akan mendengarkan presentasi Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri menyangkut postur RAPBN 2014.

Sebelumnya, Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dan pemerintah telah menyepakati kisaran sementara asumsi makro RAPBN 2014. Asumsi tersebut nantinya akan digunakan sebagai basis sementara dalam penyusunan APBN 2014 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2014.

Adapun angka asumsi yang disepakati terdiri atas pertumbuhan ekonomi 6,4– 6,9%, inflasi 3,5-5,5%, nilai tukar rupiah Rp9.600-Rp9.800 per dolar AS, dan tingkat bunga SPN 3 bulan 4,5-5,5%. Selain itu, harga ICP US$100-US$115 per barel, lifting minyak 860 ribu–900 ribu barel per hari, lifting gas 1.240–1.325 barel setara minyak per hari, dan defisit 1,2-1,7%.

Sementara itu, subsidi energi pada 2014 dialokasikan untuk bahan bakar minyak (BBM), bahan bakar nabati (BBN), elpiji tabung 3 kg, serta listrik. Sedangkan volume kuota BBM bersubsidi ditetapkan 48–51 juta kiloliter.

Investor Daily

Penulis: Nov

Sumber:Investor Daily