Megawati dan Jokowi

Jakarta - PDI Perjuangan (PDIP) berpeluang memenangkan Pemilu dan Pilpres 2014. Syaratnya, PDIP harus mengusung Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (capres).

"Kalau saja PDIP mau dan berani menyapreskan Jokowi sebelum April, maka PDIP bisa menang telak," kata calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) DKI Jakarta FX Oerip Soerdjoed di Jakarta, Jumat (2/8).

Dia mengungkapkan, popularitas Jokowi sudah mengakar sampai ke tingkat bawah. "Dari kalangan bawah dan intelektual dukung Jokowi," ungkapnya.

Dia berharap, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri legowo untuk tidak maju pada Pilpres 2014. Meski demikian, Megawati cukup mendukung Ketua DPP PDIP Puan Maharani sebagai calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Jokowi.

"Kalau Mbak Mega legowo, Jokowi capres, Puan cawapres-nya, maka jadilah kemenangan PDIP di pemilu dan pilpres," ujarnya.

Dia mengaku tidak berani berspekulasi kemungkinan PDIP mengusung Jokowi.

Dia menambahkan, Jokowi juga tidak mungkin berkhianat maju pilpres melalui partai politik (parpol) lain. "Sejauh ini saya rasa enggak mungkin Jokowi berkhianat. Kemungkinannya kecil, karena Jokowi kader yang loyal," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPP PDIP Effendy Simbolon mengaku bersyukur jika Jokowi terpilih sebagai presiden mendatang. "Secara pribadi, sepanjang ada garis tangan (Jokowi), kenapa tidak? Kita bersyukur bilamana Jokowi yang akhirnya jadi presiden, kalau garis tangan. Tapi kita harus tetap berpikir rasional. Apa kita akan memilih pemimpin yang instant?" katanya.

Akan tetapi, dia menegaskan, capres PDIP bergantung pada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. "Sesuai kongres, Ketua Umum diberi mandat menetapkan capres," ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR itu.

Penulis: C-06/YS

Sumber:suara Pembauran