Ilustrasi Kotak Suara Pemilukada.

Kupang - Mahkamah Konstitusi menolak gugatan pasangan Konco Ale Ate, yang kalah dalam Pilkada Sumba Barat Daya (SBD). Akibatnya terjadi bentrokan antar pendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati SBD, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan membuat tiga orang tiga orang meninggal dunia dan 19 rumah penduduk terbakar serta ratusan warga Desa Bakumbero, Kecamatan Kodi Barat mengungsi ke Waetabula, Ibu Kota Kabupaten Sumba Barat Daya.

Kejadian tersebut dibenarkan Humas Polda NTT, AKBP, Octo G Riwu, kepada SP di Kupang, Senin, (2/9), “Ratusan warga Desa Bakumbero itu mengungsi ke Waetabula, karena telah terjadi perang tanding antara kedua kubu pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Pilkada Sumba Barat Daya," kata AKBP Octo G Riwu.

Saat ini Polda NTT telah menerjunkan satu peleton anggota brigade mobil (Brimob) dan satuan pengendali massa (Dalmas) untuk membantu anggota yang sudah ada di Sumba Barat Daya. Ini dilakukan karena kondisi SBD mencekam serta korban meninggal dunia terus bertambah.

Bentrokan ini bermula dari konvoi pendukung pasangan calon Bupati terpilih, yang dihadang pendukung pasangan calon yang kalah. Bentrok kedua kubu pendukung calon Bupati ini pun tidak terhindarkan. Sampai saat ini, situasi di Sumba Barat Daya masih mencekam.

Berdasarkan Pleno KPU Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) pasangan calon Bupati Markus Dairo Talu- Ndara Tanggu Kaha yang diusung partai Golkar ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Mereka meraih suara terbanyak, sebesar 81.543 suara.

Pasangan calon itu berhasil menyisihkan dua pasangan calon Bupati lainnya yakni Jacob Malo Bulu- Jules Mila Mese dengan perolehan suara 10.179 suara, serta Pasangan nomor dua, Kornelis Kodi Mete- Daud Lende Umbu Moto (Konco Ale Ate) 79.498 suara.

Kornelis Kodi Mete dan Daud Lende Umbu Moto menggugat hasil pemilu kepala daerah itu ke Mahkamah Konstitusi (MK). Namun ditolak dan berdampak pada terjadinya bentrokan.

“Satu orang pendukung pasangan calon tewas pada bentrokan itu,” kata mantan Kepala Desa Takaneke, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Marthen yang dikonfirmasi wartawan dari Kupang.

Kronologi
Bentrokan itu terjadi setelah pendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Markus Dairo Talu- Ndara Tanggu Kaha yang melakukan konvoi untuk menjemput pasangan calon itu di Bandara Tambolaka.
Namun, tiba di Desa Bakumbero, Kecamatan Kodi konvoi masa itu dihadang pendukung pasangan calon Bupati yang kalah Kornelis Kodi Mete- Daud Lende Umbu Moto.

“Kami ketakutan, sehingga tidak berani keluar rumah, karena masa masih berkumpul di lokasi bentrokan,” kata mantan Kepala Desa Takaneke.

Ia mengungkap aparat keamanan tidak mampu menghalau masaa di lokasi bentrokan yang telah menewaskan satu orang tersebut. “Masa masih melakukan konvoi penyambutan calon Bupati yang menang di Mahkamah Konstitusi (MK),” katanya.

Kapolres Sumba Barat, Ajun Komisaris Besar Lilik Aprianto yang dikonfirmasi via telepon mengakui korban tewas akibat pertikaian itu bertambah menjadi tiga orang. Masyarakat merasa tidak aman dan mengungsi.

“Kita terus siagakan di tempat kejadian perkara untuk mengamankan jika terjadi bentrokan susulan di SBD, kata Kapolres Sumba Barat Daya, AKBP Lilik Aprianto.

Keputusan Mahkamah Konstitusi
Dalam amar putusan disebutkan, hasil rekapitulasi dalam Pemilukada Kabupaten Sumba Barat Daya tahun 2013 yang benar adalah rekapitulasi sebagaimana dituangkan KPU SBD dalam Berita Acara Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya tertanggal 10 Agustus 2013.

Berita acara Nomor 41/BA/VIII/2013 tentang Rekapitulasi Penetapan Hasil Perolehan Suara Pasangan Calon dalam pemilihan umum Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya tahun 2013, dan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumba Barat Daya Nomor 44/Kpts/KPU-Kab-018.964761/2013 tentang Penetapan Perolehan Suara Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Dalam Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya tahun 2013, bertanggal 10 Agustus 2013.

Tetap berlaku Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumba Barat Daya Nomor 45/kpts/KPU-Kab.180.964761/2013 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya Tahun 2013, bertanggal 10 Agustus 2013. “KPU SBD diperintahkan untuk melaksanakan putusan itu,” katanya.

Berdasarkan hasil rekapitulasi perhitungan suara Pilbup SBD, pasangan calon nomor urut satu, Jacob Malo Bulu- Jules Mila Mese mendapat perolehan 10.179 suara. Pasangan nomor dua, Kornelis Kodi Mete- Daud Lende Umbu Moto 79.498 suara dan Markus Dairo Talu- Ndara Tanggu Kaha 81.543 suara.

Suara Pembaruan

Penulis: YOS/MUT

Sumber:Suara Pembaruan