Gedung DPR/MPR

Jakarta - Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mahfudz Siddiq mengatakan, DPR akan melakukan fit and proper test calon Duta Besar (Dubes) Indonesia secara terbuka pada 16 hingga 17 September mendatang. Dipastikan, proses fit and proper test akan dilakukan secara terbuka.

Hal itu disampaikan, menanggapi pertanyaan adanya unsur kedekatan dan pertemanan dalam menentukan nama calon Dubes Indonesia tersebut.

"DPR kan tugasnya melakukan fit and proper test soal bagaimana presiden menentukan nama itu urusan presiden. Tanggal 16 hingga 17 September rencananya nanti akan dilaksanakan fit and proper test terhadap nama-nama tersebut. Soal nama biar masyarakat yang menilai, tugas DPR melaksanakan fit and proper test, semua nama kita uji fit tidak, proper tidak," ujarnya di Hotel Harris Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (5/9).

Ditambahkan dengan proses terbuka tersebut diyakininya tidak akan ada unsur kedekatan dalam penentuan Dubes Indonesia.

"Terbuka prosesnya maka orang bisa lihat, kalau ada yang fit tapi tidak didukung DPR kan aneh, kalau ada yang proper tidak didukung kan juga aneh," bebernya.

Sebelumnya, anggota Komisi I DPR, Nuning Kertopati, dari Fraksi Hanura mengatakan, seharusnya pemerintah menggunakan assesment dan merit system dalam menentukan para duta besar, bukan karena perkoncoan.

"Saya lihat didaftar ada yang sudah pernah jadi dubes, lalu di tanah air sebentar, jadi duta besar lagi. Padahal, di Kemenlu banyak juga diplomat yang bagus-bagus, belum dijadikan dubes. Meski ada didaftar itu, ada pilihan bagus seperti Komjen Ito Sumardi dan mantan Pangkostrad Jhony Lumintang," ujar Nuning.

Untuk diketahui nama-nama yang diusulkan pemerintah ke DPR untuk diuji kelayakan dan kepatutan sebagai Dubes antara lain, Fauzi Bowo diusulkan menjadi calon Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk negara Jerman, Suprapto Martosetomo untuk Afrika Selatan, Yuli Mumpuni untuk Spanyol, Yusron Ihza Mahendra untuk Jepang, Budi Bowoleksono untuk Amerika Serikat.

Kemudian mantan Pangkostrad Letjen TNI Jhony Lumintang yang bila direstui DPR akan menjadi duta besar Indonesia untuk negara Filipina, Linggawaty Hakim untuk Swiss, Komjen Pol Ito Sumardi untuk Myanmar, Yuwono A Putranto untuk Norwegia, Raudin Anwar untuk Libya, Abdurrahman M Fachir untuk Arab Saudi, Jose Antonio Morato Tavares untuk New Zealand, Irmawan Emir Wisnandar untuk Laos, Sugeng Rahardjo untuk China, Burhanuddin untuk Sudan.

Yang lain nama politisi Demokrat Nurul Qomar untuk Brunei Darussalam, Gary Rachman Makmun Jusuf untuk Fiji, Rahmat Pramono PTRI untuk Asean, Diar Nurbiantoro untuk Rumania, Mulya Wirana untuk Portugal, Pitono Purnomo untuk Kamboja dan Moenir Ari Soenanda untuk Peru.

Suara Pembaruan

Penulis: A-25

Sumber:Suara Pembaruan