Ali Mustafa Yaqub, Imam Besar Masjid Istiqlal (tengah) ketika menerima kunjungan Presiden AS, Barack Obama dan Istri.
"Indonesia saat ini sedang dalam keadaan terpuruk karena hukum tidak dijalankan sebagaimana mestinya dan rakyat tidak dilatih untuk berperilaku disiplin," kata Ali.

Lemahnya penegakan hukum telah mengikis kedisiplinan rakyat Indonesia, dan situlah berkembang kelompok-kelompok ekstremis, demikian dikatakan Ali Mustafa Yaqub, Imam Besar Masjid Istiqlal, di Jakarta, hari ini.

"Indonesia saat ini sedang dalam keadaan terpuruk karena hukum tidak dijalankan sebagaimana mestinya dan rakyat tidak dilatih untuk berperilaku disiplin," kata Ali.

Sesungguhnya toleransi antar umat beragama di Indonesia sudah cukup bagus namun belum ideal, karena banyak oknum yang melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan munculnya pergesekan antar umat beragama.

"Munculnya oknum-oknum yang melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan adanya pergesekan antar umat beragama karena hukum tidak dijalankan dengan benar, ada orang salah  namun tidak hukum. Padahal peraturan sudah ada namun pelaksanaanya belum dilaksanakan dengan benar," kata Ali.

Selain itu, Ali menuturkan bahwa munculnya kaum ekstrimis di kalangan Islam disebabkan karena oknum umat Islam tersebut belum mempelajari Islam secara utuh.

"Ada ajaran Islam yang mengajarkan bagaimana menghadapi situasi perang dan bagaimana menghadapi situasi damai. Kalau yang diambil hanya ayat tentang perang saja maka dapat menyebabkan seseorang menjadi ekstrimis," jelasnya.

"Sehingga umat Islam harus mempelajari Islam secara utuh dan jangan mempelajari Islam sepotong-sepotong saja. Dan ini kembali pada peran serta ulama juga," kata Ali.

Penulis: