Profil Calon Menteri

Andi Widjajanto, Terdepan Membela Visi-Misi Jokowi

Andi Widjajanto, Terdepan Membela Visi-Misi Jokowi
Yeremia Sukoyo / AB Jumat, 5 September 2014 | 07:00 WIB

Di balik keberhasilan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) memenangkan pemilihan presiden (pilpres) 9 Juli lalu, terdapat beberapa nama hebat yang telah memberikan sumbangsih pemikiran. Salah satunya adalah Andi Widjajanto, putra (alm) Mayjen Theo Syafei, yang dikenal cukup dekat dengan Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Dalam beberapa kesempatan, Andi memang tampak berani dan lugas untuk tampil maju paling depan dalam membela visi dan misi Jokowi-JK, terutama di bidang pertahanan dan ketahanan. Dilihat dari latar belakangnya, Andi dikenal sebagai pakar atau ahli kajian strategis intelijen dari Universitas Indonesia (UI).

Andi juga dikenal akan penampilannya yang kalem dan tidak meledak-ledak. Meski demikian, bobot pembicaraannya boleh diadu dengan pakar atau ahli mana pun. Setiap berbicara, pria berkacamata itu selalu berkualitas dan berisi. Struktur bahasanya tertata rapi meski dalam spontanitas yang tinggi. Kajiannya pun begitu mendalam, terlebih ketika membahas seputar dunia intelijen dan pertahanan.

Setelah ayahnya meninggal, mantan dosen FISIP UI itu juga memiliki hubungan sangat dekat dengan PDI-P, sedekat hubungan ayahnya dengan Megawati. Andi dikenal memiliki pengaruh kuat di internal PDI-P. Dia dinilai banyak pihak sebagai salah satu kader terbaik partai tersebut. Tidak banyak figur di partai berlambang banteng moncong putih itu yang memiliki kapasitas selevel Andi.

Kecerdasan, spontanitas, komunikatif, dan berbobot dalam setiap tampil sebagai juru bicara tim pemenangan pasangan capres Jokowi-JK menjadi nilai tersendiri. Oleh karena itu, sangat wajar jika pada rancangan kabinet Jokowi-JK, nama Andi dimasukkan sebagai salah satu calon sekretaris kabinet.

Andi Widjajanto memiliki latar belakang pendidikan yang luas, mulai dari FISIP UI jurusan hubungan internasional dan lulus pada 1996. Dia lalu mendapat gelar sarjana dari School of Oriental dan African Studies University of London dan mendapatkan Master of Sciences dari London School of Economics sekaligus juga dapat Master of Sciences dari Industrial College of Armed Forces, Washington DC, AS, pada 2003.

Piawai
Kepiawaian Andi tak hanya ditunjukkan dari latar belakang akademis yang bagus, tapi juga pengalamannya. Misalnya, Andi pernah tercatat sebagai Koordinator di Gerakan Non Blok Study Center. Juga aktif sebagai peneliti di jurusan hubungan internasional FISIP UI. Dirinya juga tercatat sebagai dewan editor pada jurnal politik internasional Global.
Andi juga tercatat sebagai anggota National Security Task Force, yang diselenggarakan oleh Pro Patria untuk merumuskan Polri Bill, Bill Pertahanan, Angkatan Bersenjata Bill, dan Strategic Defense Review selama 2001-2002. Selama tahun-tahun itu juga dia menjadi peneliti di Institut Penelitian untuk Demokrasi dan Perdamaian (Ridep) guna menganalisis dinamika keamanan di Asia Tenggara.

Pada 2008, Andi menjadi anggota pada Kelompok Kerja Indonesia di Restrukturisasi Bisnis Militer, yang diselenggarakan oleh Indonesia Institute. Pokja itu bekerja untuk merumuskan rekomendasi kebijakan restrukturisasi bisnis militer di Indonesia.
Nama Andi sempat menghilang. Tak banyak media massa yang mengutip pernyataannya terkait isu-isu pertahanan dan keamanan. Padahal, bisa disebut kalau dia bersama beberapa nama lain sebagai para aktivis yang sukses membawa reformasi TNI.

Menjelang pemilihan presiden, nama Andi kembali muncul. Dia masuk dalam jajaran anggota tim sukses Jokowi-JK. Bahkan, tak jarang Andi selalu hadir bersama Jokowi setiap melakukan kunjungan atau berkampanye. Bisa dikatakan, Andi adalah salah satu “The Man Behind Jokowi”.

Kini, setelah Jokowi terpilih sebagai presiden, Andi Widjajanto menjabat Deputi Tim Transisi Jokowi-JK. Keberadaan tim itu untuk mengoordinasikan proses transisi pemerintahan bersama jajaran kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun, belakangan Tim Transisi Jokowi-JK banyak berbicara tentang komposisi kabinet mendatang.

Andi mengaku jika masa tugasnya di Tim Transisi hanya sampai 20 Oktober 2014. Oleh karena itu, dia membantah kalau dirinya dan Tim Transisi terlalu banyak campur tangan soal posisi menteri di pemerintahan Jokowi-JK.

“Pada 20 Oktober nanti, kami (Tim Transisi, Red) akan menyalami Jokowi-JK. Kami akan mengatakan kalau semua sudah siap dan kami menghilang,” kata Andi dalam sebuah diskusi yang digelar di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Dia menuturkan, pihaknya selama beberapa bulan ke depan telah menyiapkan segala sesuatu untuk membantu Jokowi-JK menjalankan pemerintahan. Dia mencontohkan, kelompok kerja (pokja) yang ada di dalam rumah transisi menyediakan rancangan arsitektur kabinet.

Andi Widjajanto
Lahir: Jakarta, 3 September 1971

Pendidikan:
FISIP UI Jurusan Hubungan Internasional (1996)
School of Oriental and African Studies University of London (1997)
Master of Sciences dari London School of Economics and Political Sciences University of London, Inggris (1998)
Master of Sciences dari Industrial College of Armed Forces National Defense University Washington DC, AS, (2003)

Karier:
Anggota dari Task Force LIPI
Anggota Task Force Pusat Studi Pemerintah Daerah (LOGOS), 2001-2002
Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia
Direktur Eksekutif pada PACIVIS, Center for Global Civil Society Studies UI
Direktur Ekonomi Pertahanan di Institut Pertahanan dan Studi Keamanan UI
Koordinator proyek dan Fasilitator Kelompok Kerja Indonesia untuk Reformasi Intelijen, PACIVIS (2005-2006)
Dosen Seskoad
Anggota DoD Task Force for Defense White Paper, Seskoad (2007)
Anggota Kelompok Kerja Indonesia, Indonesia Institute (2008)

Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE