Seskab: 17 Mei, Pemerintah Ajukan RAPBN-P 2016 kepada DPR

Seskab: 17 Mei, Pemerintah Ajukan RAPBN-P 2016 kepada DPR
Sekretaris Kabinet Pramono Anung ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Novy Lumanauw / FER Kamis, 7 April 2016 | 20:43 WIB

Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab), Pramono Anung, menyatakan, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) Tahun 2016 akan diajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), pada 17 Mei mendatang.

Kepastian itu disampaikan Pramono usai rapat paripurna Kabinet Kerja di Gedung Utama Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (7/4).

"Inti dari RAPBN-P 2016 adalah mengawal pertumbuhan agar tetap dijaga 5,3 persen," kata Pramono.

Dalam RAPBN-P 2016, lanjut dia, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,3 persen, nilai tukar rupiah Rp 13.400 per dolar Amerika Serikat, dan penghematan anggaran Rp 50,6 Triliun.

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu), Bambang Brodjonegoro, mengungkapkan, pemerintah juga menurunkan target inflasi dari 4,7 persen menjadi 4 persen, dan harga minyak dari US$ 50 per barel menjadi US$ 35 per barel.

Disebutkan, pada RAPBN-P 2016 terdapat penurunan dari sisi penerimaan migas, khususnya dari Pajak Penghasilan (PPh) migas sebesar Rp 17 triliun. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) migas juga diperkirakan turun hingga Rp 50,6 triliun. Selain itu, pengurangan penerimaan di PNBP nonmigas, khususnya hasil tambang sebesar Rp 5 triliun.

"Pemerintah akan menjaga penerimaan di pajak nonmigas, dan salah satunya yang paling penting adalah nanti penerapan dari tax amnesty atau pengampunan pajak," katanya.

Sumber: Investor Daily
CLOSE