Masih Ada 11,7 Juta Anak Indonesia Belum Miliki Akta Kelahiran

Ketua Bhayangkari Pusat Polri, Tri Suswati Karnavian memberikan bantuan berupa sembako dan pengurusan layanan e-KTP, Akte Kelahiran, dan perpanjangan SIM secara cuma-cuma di Rusunawa Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (29/9) siang (Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta)

Oleh: Carlos Roy Fajarta / FMB | Kamis, 29 September 2016 | 14:06 WIB

Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui ibu-ibu Bhayangkari melakukan kegiatan bakti sosial berupa pemberian fasilitas pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), Akte Kelahiran, perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM), dan pemberian bantuan sembako kepada warga Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) Marunda, Jakarta Utara pada Kamis (29/9).

Bhayangkari Polri akan terus melakukan giat sosial berupa pelayanan administrasi karena masih banyak warga di pelosok atau daerah-daerah padat penduduk di desa atau kota yang belum mendapatkan layanan kependudukan baik akta kelahiran maupun e-KTP secara menyeluruh.

Dalam sambutannya istri dari Kapolri, Tri Suswati Tito Karnavian, mengatakan pelaksanaan bakti sosial di Rusunawa Marunda tersebut dilakukan untuk merealisasikan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-64, serta memperingati HUT Polwan ke-68, dan Hari Ibu.

"Kenapa kita lakukan dan ikut aktif dalam kegiatan bakti kepada masyarakat, padahal selama ini ibu-ibu Bhayangkari jarang terlihat tampil di sektor yang berperan penting dalam masyarakat, contohnya ya kita layani perpanjangan SIM, e-KTP, bahkan akta kelahiran," ujar Tri, Kamis (29/9) siang.

Ia mengungkapkan dengan jumlah 400.000 ibu Bhayangkari di seluruh Indonesia, maka peran dari istri anggota Polri itu punya potensi yang sangat luar biasa dan memiliki tenaga untuk memberikan kepada mereka yang membutuhkan.

"Tadi saya baru menghadiri penghargaan PAUD di Taman Mini bersama ibu negara Iriana Jokowi, dan saya mendapatkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) masih ada 11,7 juta anak di bawah umur lima tahun yang belum memiliki akta kelahiran, ini kondisi yang sangat memperihatikan," tambah Tri.

Oleh sebab itu, dalam pelayanan yang dilakukan pada hari ini, pihaknya akan memberikan bantuan simbolis berupa 2.000 akta kelahiran bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu di DKI Jakarta, termasuk pembuatan e-KTP dari KTP model lama.

"Mumpung hari ini ada kegiatan pembuatan e-KTP, Pak Kapolri e-KTP belum dibuat karena sibuk, padahal saya sudah atur jadwal untuk mengurus di Kelurahan dekat rumah, semoga saja nanti Pak Kapolri saya urus agar bisa memiliki e-KTP," katanya disambut tawa dari para ibu Bhayangkari dan warga Rusunawa Marunda.

Lebih lanjut, pihaknya juga akan memfasilitasi perpanjangan SIM gratis, dimana akan kembali digelar layanan perpanjangan SIM gratis di lapangan Bhayangkara Mabes Polri dalam acara Bazzar Bhayangkari pada 3 & 4 Oktober nanti.

"Semoga ada program-program yang bisa membantu bapak dan ibu, kita sudah berjalan selama 26 tahun, dan ada mitra-mitra, melayani operasi katarak, pemeriksaan gigi gratis. Kalau ada masyarakat yang membutuhkan Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan, kami usahakan akan dibantu," tandas Tri.

Sementara itu, Ketua Bhayangkari Polda Metro Jaya, Novita Ariyanti Iriawan, mengatakan dalam giat bakti sosial tersebut juga diberikan 1200 paket sembako bagi warga fakir miskin yang membutuhkan dan berhak mendapatkannya.

"Semoga kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat di Rusunawa dan sekitarnya, terutama mereka dari golongan masyarakat tidak mampu," katanya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Bhayangkari Polres Metro Jakarta Utara, Cicilia Daniel Tifaona juga meminta agar para generasi muda untuk terus belajar dengan rajin dan tekun serta tidak terpengaruh pergaulan buruk.

"Utamakan ketakwaan dan iman pada Tuhan, hormati dan patuhi orang tua, guru, dan bantu sesama," kata Cicilia singkat.






Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT