Perombakan Kabinet Dinilai Tertibkan Koalisi Parpol

Perombakan Kabinet Dinilai Tertibkan Koalisi Parpol
Ilustrasi Reshuffle Kabinet ( Foto: Beritasatu.com )
/ WBP Kamis, 27 April 2017 | 08:49 WIB

Jakarta- Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti mendukung wacana reshuffle atau perombakan kabinet yang dikemukakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri beberapa waktu lalu. Dalam pertimbangannya, ada dua alasan yang dapat dijadikan dasar. Pertama, alasan objektif yaitu kinerja yang buruk atau target tidak tercapai. Kedua, alasan politik yaitu mentertibkan partai koalisi yang membelot.

"Alasan politik, reshuffle partai. Jadi memang menterinya kena geser karena partainya yang diganti. Untuk apa partai politik (parpol) yang tidak sejalan, bersama presiden," katanya, Kamis (27/4).

Meski demikian, Ray mengingatkan jangan sampai reshuffle justru menguntungkan mafia atau pengusaha besar. Perombakan didasarkan pada kinerja menteri tersebut dan juga pertimbangan konsolidasi politik jelang pemilihan umum (pemilu) 2019.

Sebagaimana diberitakan, Presiden Jokowi sempat menyinggung soal perombakan kabinet saat membuka Kongres Ekonomi Umat, Sabtu (22/4) lalu. Pernyataan Jokowi tersebut diawali saat menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan 5 juta sertifikat pada tahun 2017 dan akan terus meningkat setiap tahunnya hingga akhir masa kepemimpinannya, tahun 2019. "Saya bekerja memang selalu memakai target," kata Jokowi.

Oleh karena itu, lanjutnya, jika ada menteri tak mampu mencapai target maka akan dilakukan pergantian dengan sosok yang dianggap mampu memenuhi targetnya. "Kalau memang tidak selesai, pasti urusannya akan lain. Bisa diganti, bisa digeser, bisa dicopot dan yang lain-lainnya. Ya saya blak-blakan saja. Dengan menteri juga seperti itu," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan