Pilgub Sumut, Eramas Nomor 1 dan Djoss Nomor 2

Pilgub Sumut, Eramas Nomor 1 dan Djoss Nomor 2
Djarot Syaiful Hidayat bersama para pendukungnya. ( Foto: Antara )
Arnold H Sianturi / JAS Selasa, 13 Februari 2018 | 20:24 WIB

Medan - Pasangan calon gubernur Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) memperoleh nomor urutan 1 dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) nomor 2 dalam pengundian nomor urut yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Sumatera Utara (KPU Sumut) di bursa pemilihan gubernur (Pilgub).

Pencabutan nomor undian kontestan pilgub yang dilaksanakan di Hotel Grand Mercure Jl Perintis Kemerdekaan tersebut, Selasa (13/2) sore, juga dihadiri oleh Wakil Gubernur, Nurhajizah Marpaung yang mewakili Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi, Ketua KPU Sumut Mulia Banurea dan dua pasangan kontestan pilgub.

Pengundian nomor yang disaksikan oleh ratusan pendukung, petinggi partai, tokoh masyarakat maupun tokoh pemuka agama tersebut, berjalan tertib dan lancar. Kedua pasangan calon yang mengenakan baju putih memperlihatkan kekompakan, tertawa dan saling berangkulan mendukung kelancaran pilgub itu.

Proses pencabutan nomor itu pertama dilakukan oleh Edy Rahmayadi. Mantan Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) itu membuka gulungan kertas dan mendapatkan nomor 1. Djarot kemudian menyusul dengan mendapatkan nomor 2. Pencabutan nomor itu disambut riuh para pendukung.

Ketua KPU Sumut, Mulia Banurea mengharapkan, massa kampanye yang dilakukan oleh kedua pasangan calon bisa berjalan tertib, jujur, akuntabel, dan sesuai dengan peraturan PKPU Nomor 4 Tahun 2007. Dengan demikian, pesta demokrasi yang dinantikan masyarakat dapat berjalan aman dan damai.

"Kita mengharapkan pemilihan kepala daerah ini berjalan secara jujur dan damai. Sehingga, Tuhan Yang Mahaesa memberkati pemimpin baru yang terpilih untuk memimpin Sumut selama lima tahun ke depan nantinya," sebutnya.

Setelah mendapatkan nomor penetapan pasangan calon tersebut, pasangan Eramas bersama pendukung dan relawan melakukan syukuran dengan mengundang ratusan anak yatim-piatu. Acara syukuran ini untuk mendoakan peata demokrasi itu berjalan aman, lancar, dan penuh kedamaian.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE