AHY Usulkan Pengurangan dan Pelonggaran Pajak

AHY Usulkan Pengurangan dan Pelonggaran Pajak
Pidato Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Pemenangan Pemilu 2019 Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam penutupan Rapat Pimpinan Nasional (rapimnas) PD di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, 11 Maret 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao )
Carlos KY Paath / JAS Senin, 12 Maret 2018 | 00:03 WIB

Bogor – Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Pemenangan Pemilu 2019 Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengusulkan pengurangan dan pelonggaran pajak. Hal ini menjadi salah satu strategi yang harus dijalankan pemerintahan mendatang.

“Dalam keadaan pertumbuhan ekonomi yang melambat, dan sektor riil yang belum sepenuhnya pulih, Partai Demokrat berpendapat bahwa diperlukan pengurangan dan pelonggaran pajak, bukan sebaliknya 'penggenjotan pajak',” kata AHY saat memberikan pidato politik bertema “Demokrat Siap” pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PD di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/3).

Menurutnya, insentif fiskal juga diberikan bagi yang sangat memerlukan. Khususnya kepada dunia bisnis yang menciptakan lapangan kerja yang sangat banyak dan meningkatkan ekspor signifikan serta menghadirkan investasi besar-besaran.

“Pada saatnya, melalui kebijakan tax cut dalam arti luas ini, diharapkan sektor riil dan investasi akan makin bergerak, ekspor kita akan makin kompetitif, lapangan pekerjaan tersedia makin banyak, pendapatan masyarakat dan daya beli masyarakat akan meningkat, dan akhirnya ekonomi akan tumbuh lebih tinggi,” ujar AHY.

Dia menuturkan, reformasi perpajakan harus segera dilakukan. Reformasi yang membawa kebaikan bagi negara, dunia usaha dan rakyat.

Strategi berikutnya yaitu melanjutkan pembangunan infrastruktur. Dia menegaskan, pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintahan sekarang sepatutnya terus dilanjutkan. Bukan hanya pada sektor pekerjaan umum dan perhubungan, tetapi mencakup semua sektor.

Tidak juga yang berskala besar, tetapi juga menengah dan kecil. Jangan cuma dilakukan oleh BUMN-BUMN, tetapi juga swasta. Dana swasta pun perlu digunakan tak hanya APBN. “Saya berpendapat, infrastruktur di pedesaan juga perlu terus dibangun dan bahkan ditingkatkan, agar ekonomi rakyat makin bergerak, serta kemiskinan dan ketimpangan makin berkurang,” tegasnya. 



Sumber: Suara Pembaruan