Jokowi Hadir di Rapimnas Demokrat, Ini Kata Petinggi PD

Jokowi Hadir di Rapimnas Demokrat, Ini Kata Petinggi PD
Politisi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf. ( Foto: ANTARA FOTO )
Deti Mega Purnamasari / JAS Selasa, 13 Maret 2018 | 15:02 WIB

Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Nurhayati Assegaf mengatakan, sah-sah saja apabila ada yang menganggap kehadiran Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Demokrat, Sabtu (10/3) merupakan gestur politik untuk kemungkinan merekatkan ikatan politiknya dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon wakil presiden (cawapres).

Namun, ia menyampaikan bahwa pihaknya belum mendengar ada komunikasi kemungkinan AHY menjadi cawapres dari Jokowi.

"Saya belum mendengar, tapi kalau kehadiran Pak Jokowi kemarin dianggap sebagai gestur politik, itu tergantung siapa yang mengartikan. Misalnya saat Jokowi minta AHY mendampingi pukul gong, kalau itu dianggap sebagai gestur politik sah-sah saja, tergantung siapa yang menerjemahkan," terang Nurhayati di Gedung DPR, Selasa (13/3).

Hingga saat ini, katanya, Demokrat belum secara resmi mengumumkan akan mendukung siapa di Pemilu 2019 dan siapa kader yang akan dimajukan menjadi calon presiden (capres) atau cawapres.

Saat ini, katanya, pihaknya tetap bekerja keras dan berjuang dengan melakukan konsolidasi serta meminta seluruh kadernya turun. Pihaknya akan melihat bagaimana perkembangan survei untuk menentukan apakah AHY atau kader Demokrat lainnya untuk maju.

"Nanti setelah waktunya dekat, kami berhitung soal itu. Pak SBY khususnya dan kali ini Insya Allah kami punya capres atau cawapres yang Insya Allah juga kami bisa ikut mendukung," pungkasnya.

Adapun adanya keinginan partai pendukung Jokowi menginginkan cawapres berpengalaman, dinilainya tak ada syarat seperti itu. Menurutnya, tidak ada syarat bagi seseorang untuk menjadi capres atau cawapres termasuk menjadi kepala daerah harus yang berpengalaman.

Secara umum, dijelaskannya bahwa politik di Demokrat masih sangat dinamis dan cair sebab masih ada waktu selama lima bulan sebelum ke pendaftaran capres dan cawapres Agustus nanti. Partai Demokrat, katanya, masih terus melakukan penjajakan dan komunikasi politik dengan siapa saja.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE