Koalisi Pemilu 2019, Lebih Nyaman dengan Siapakah Demokrat?

Koalisi Pemilu 2019, Lebih Nyaman dengan Siapakah Demokrat?
Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Pemenangan Pemilu 2019 Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melambaikan tangan kepada kader Partai Demokrat, dalam penutupan Rapat Pimpinan Nasional (rapimnas) PD di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, 11 Maret 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao )
Deti Mega Purnamasari / JAS Selasa, 13 Maret 2018 | 17:05 WIB

Jakarta - Hingga saat ini Partai Demokrat belum menentukan arah dukungannya di Pilpres 2019, termasuk apakah akan membentuk poros ketiga atau tidak.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Nurhayati Assegaf mengatakan, tak menyebutkan Demokrat lebih nyaman ke arah mana. Namun Demokrat disebutkannya merupakan partai tengah yang nasionalis dan religius. Petanya, katanya, bisa dilihat dalam pelaksanaan pilkada. Pihaknya berkoalisi dengan partai manapun dan membuka diri.

"Demokrat kan partai tengah, nasionalis, dan religius. Petanya bisa dilihat di Pilkada," kata Nurhayati di Gedung DPR, Selasa (13/3).

Sementara terkait poros ketiga, bagi pihaknya masih sangat memungkinkan terbentuk. Hal tersebut juga sesuai dengan pernyataan Ketua Umum sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Kalau dikatakan sangat tidak mungkin, bagi kami everything is possible dengan rida Allah. Masih memungkinkan dalam arti, poros 1, 2, atau 3 karena ini demokrasi. Nanti kita lihat," ujarnya.

Pihaknya juga masih menunggu lembaga survei untuk melihat bagaimana dan sampai di mana popularitas tokoh-tokoh atau kader-kader Demokrat mendapat kepercayaan dari masyarakat. Termasuk juga soal kemungkinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan dimajukan menjadi capres ataupun cawapres.

"Mengenai final belumnya AHY jadi cawapres masih dalam survei. Kami masih bangga ada tokoh seperti AHY tapi kami punya perhitungan-perhitungan matang bahwa misalnya mengusung AHY akan menang atau tidak," katanya.

Ia mengatakan, terkait poros ketiga juga secara eksplisit pihaknya belum jelas dan masih melakukan penjajakan dan segala kemungkinan mengingat segala sesuatunya masih mungkin terjadi.

"Seperti di DKI last minute kami usung juga, ini bukan kemudian dipersiapkan sebelumnya tapi lihat kemungkinan-kemungkinan dan dinamikanya," pungkasnya. 



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE