Said Aqil Layak Dipertimbangkan sebagai Cawapres Jokowi

Said Aqil Layak Dipertimbangkan sebagai Cawapres Jokowi
Said Aqil Siroj. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / AO Rabu, 14 Maret 2018 | 21:00 WIB

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) perlu mempertimbangkan berbagai hal untuk menentukan calon wakil presiden (cawapres). Paling tidak, ada tiga aspek utama yang perlu menjadi pertimbangan Jokowi dalam memilih cawapres, yakni konsolidasi pemilih muslim, penguatan sektor ekonomi, serta stabilitas politik dan keamanan

"Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj memenuhi tiga aspek itu," ujar Direktur Said Aqil Siroj (SAS) Institute Imdadun Rahmat di Jakarta, Rabu (14/3). Dikatakan, Said Aqil merupakan salah satu pemikir Islam moderat yang sangat berpengaruh di masyarakat internasional.

Portofolio keberpihakan Said Aqil pada kepentingan umat tercatat dengan baik oleh publik. Kehadiran Said, menurutnya, bakal menyempurnakan posisi Jokowi pada Pilpres 2019. “Pasangan ini dapat dianggap yang paling komplementer,” ujarnya.

Nama berikutnya adalah Ketum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo (HT). HT, ujarnya, adalah sosok pebisnis kompeten dan mempunyai pengaruh dalam ruang politik. Visi dan misi kebangsaan HT sejalan dengan gagasan revolusi mental Jokowi.

Dia menyatakan, figur Kepala Staf Presiden Jenderal (Purn) Moeldoko juga layak diperhitungkan. Moeldoko yang juga mantan panglima TNI, lanjutnya, piawai menjaga stabilitas politik nasional. “Nama-nama ini layak untuk mendampingi Jokowi. Tentu penilaian kami berbasis kinerja dan popularitas. Sosok-sosok itu memiliki akseptabilitas baik dalam persepsi publik,” katanya.

Secara terpisah, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan, cawapres Jokowi seharusnya dapat menambah elektabilitas. Artinya, cawapres justru jangan sampai mengurangi elektabilitas Jokowi sebagai petahana. “Beliau petahana dan sudah dapat dipastikan akan maju kembali karena dukungannya hampir semua partai-partai besar. Lebih 50%,” kata Pramono di Kompleks Istana Presiden Jakarta, Selasa (13/3).

Dikatakan, siapa pun yang dipasangkan dengan Jokowi jangan sampai mengurangi elektabilitasnya yang sudah cukup tinggi. Bahkan,  sebaliknya, kalau bisa memperkuat atau menambah elektabilitas Presiden. Disinggung mengenai tokoh paling ideal menjadi cawapres, Pramono menegaskan, hingga kini belum ada keputusan final. Menurutnya, Jokowi masih mencermati dinamika politik dan suara masyarakat.

“Presiden sangat perhatian terhadap suara yang muncul di masyarakat. Siapa pun yang akan dipilih, pasti yang mendapat persetujuan partai pendukung, itu pasti adalah tokoh terbaik yang dipotret oleh Presiden atau partai,” tegasnya.



Sumber: Suara Pembaruan