Pilpres 2019

Survei Median: Jokowi-Cak Imin Jadi Duet dengan Elektabilitas Tertinggi

Survei Median: Jokowi-Cak Imin Jadi Duet dengan Elektabilitas Tertinggi
Joko Widodo dan Muhaimin Iskandar. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / CAH Senin, 16 April 2018 | 21:35 WIB

Jakarta - Lembaga Media Survei Nasional (Median) merilis hasil survei capres-cawapres di Pilpres 2019. Dalam survei tersebut, Median melakukan simulasi tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk Pilpres 2019 dengan tiga tokoh sentral sebagai capres, yakni Presiden Joko Widodo, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Putra Ketum Partai Demokrat (Susilo Bambang Yudhoyono) Agus Harimurti Yudhoyono.

Dari hasil simulasi tersebut, duet Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) jadi pasangan dengan elektabilitas tertinggi.

"Dalam skenario tiga pasangan, pasangan Joko Widodo yang paling tinggi memperoleh dukungan masyarakat adalah Joko Widodo-Muhaimin Iskandar dengan 41,3 persen," ujar Direktur Riset Median Sudarto saat merilis hasil survei di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (16/4).

Duet Jokowi-Cak Imin, kata Sudarto, lebih tinggi elektabilitasnya dibandingkan Jokowi berpasangan dengan Hari Tanoesudibjo (40,2 persen), Jokowi-Wiranto (39,0 persen), Jokowi-Chairul Tanjung (38,7 persen) dan Jokowi-Zulkifli Hasan (38,1 persen).

Sudarto mengungkapkan elektabilitas Cak Imin tinggi karena memiliki usaha keras untuk memperkenalkan diri dengan membangun imej di berbagai daerah melalui baliho-baliho.

"Cak Imin membangun imej siap, kemudian partai Cak Imin juga koalisinya Jokowi sehingga 100 persen respondennya mendukungnya kalau dipasangkan dengan Jokowi. Usaha keras menebar baliho-baliho," ungkap dia.

Sementara skenario kedua, kata dia, Prabowo akan memiliki elektabilitas tinggi jika berpasangan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Angka elektabilitas duet Prabowo-Anies adalah 33,9 persen, masih lebih rendah jika dibandingkan duet Jokowi-Cak Imin.

"Jadi Pak Prabowo, menurut hasil survei kami, paling tinggi elektabilitasnya jika dipasangkan dengan Anies Baswedan," kata dia.

Duet Prabowo-Anies, kemudian disusul Prabowo-Gatot Nurmantyo (33,5 persen), Prabowo-Muhaimin Iskandar (32,2 persen), Prabowo-Anis Matta (31,5 persen) dan Prabowo-TGB Zainul Majdi (30,8 persen).

Skenario ketiga, lanjut Sudarto, AHY menjadi capres, maka elektabilitasnya akan tinggi jika berpasangan dengan Anies Baswedan dengan angka 8,2 persen. Angka ini jauh jika dibandingkan dengan pasangan Jokowi-Cak Imin dan Prabowo-Anies.

Duet AHY-Anies, masih lebih tinggi dibandingkan dengan duet AHY-Gatot Nurmantyo (7,5 persen), AHY-TGB Zainul Majdi (7,2 persen), AHY- Muhaimin Iskandar (6,8 persen) dan AHY-Zulkifli Hasan (6,2 persen).

Survei Median ini dilakukan pada 24 Maret-6 April 2018 dengan responden berjumlah 1.200 orang yang merupakan warga yang memiliki hak pilih. Sampel survei dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender. Margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE