Hasil Survei Kalah, RK: Itu Sebagai Penyemangat

Hasil Survei Kalah, RK: Itu Sebagai Penyemangat
Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut satu Ridwan Kamil saat melakukan kunjungan kampanye di Pasar Kebon Kembang, Kota Bogor, Senin 16 April 2018. ( Foto: Beritasatu Photo / Vento Saudale )
Vento Saudale / JAS Selasa, 17 April 2018 | 00:15 WIB

Bogor - Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA), menempatkan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum di posisi kedua setelah pasangan Dedi Mizwar-Dedy Mulyadi. Menanggapi hal tersebut, Ridwan Kamil (RK) memaknainya sebagai momentum untuk memperbaiki prosedur dan strategi kampanyenya selama ini.

Ridwan Kamil atau biasa disapa Kang Emil itu, melihat hasil survei tersebut justru menjadi penyemangat baru baginya. “Survei ini tolok ukur, kadang sifatnya juga internal. Hasilnya kalau unggul menyemangati kita tapi jangan sampai terlena, kalau masih kurang menjadi penyemangat untuk bekerja lebih keras lagi,” kata Kang Emil ditemui di sela-sela kegiatan kampanyenya di Kota Bogor, Senin (16/4).

Kata dia, masih ada waktu 70 hari untuk terus mengevaluasi apa yang telah dan belum dikerjakan oleh pihaknya selama ini. “Bagaimana (hasil survei) ini bisa menjadi sebuah masukan yang positif agar kami mengubah strategi memenangkan hati pemilih di Jawa Barat,” ucapnya.

Emil belum menyebutkan bagaimana strategi yang akan dia gunakan pascahasil survei LSI Denny JA ini. Namun secara garis besar, Kang Emil menilai perlu cara-cara baru untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Misalnya saya di Kota Bogor cenderung menang di pedesaan masih kalah, ini akan kami cari cara baru. Problemnya di desa kurang efektif karena tempatnya jauh penduduknya sedikit. Makanya kami pikirkan langkah prosedur kampanye dan program yang bisa menjangkau semuanya walaupun tidak bertemu secara fisik,” ucap dia.

Sebelumnya, dalam hasil survei LSI Denny JA yang dirilis Minggu (15/4), elektabilitas Ridwan Kamil sebenarnya masih unggul. Yakni sebesar 40,8 persen, disusul Dedy Mizwar sebesar 38,9 persen.

Namun, jika dipasangkan, kondisi elektabilitas keduanya berbalik. Seperti Deddy Mizwar dipasangkan dengan Dedi Mulyadi elektabilitasnya meroket di angka 43,2 persen. Sedangkan Ridwan Kamil ketika dipasangkan dengan Uu Ruzhanul Ulum malah turun jadi 39,3 persen. Hal ini disinyalir karena elektabilitas Uu sebagai calon wakil gubernur yang rendah.



Sumber: BeritaSatu.com