Haris Sudarno: PKPI Masih Dualisme

Haris Sudarno: PKPI Masih Dualisme
Haris Sudarno. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / YUD Selasa, 17 April 2018 | 21:12 WIB

Jakarta - Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) kubu Haris Sudarno menegaskan bahwa sampai sekarang PKPI masih mengalami dualisme. Mereka membantah pernyataan Ketua Umum PKPI Hendropriyono yang menyebutkan PKPI sudah bersatu.

"Perlu saya tegaskan bahwa PKPI sampai saat ini masih dualisme dari pusat hingga daerah," ujar Haris Sudarno di Menteng, Jakarta, Selasa (17/4).

Haris mengatakan bahwa sampai saat ini proses hukum yang dilakukan pihaknya masih berlangsung. Pertama, kata dia, pihaknya mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung atas putusan PT TUN yang mengabulkan gugatan PKPI pimpinan Hendropriyono.

Kedua, lanjut Haris, pihaknya menggugat melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk mendapatkan pengesahan pada 27 Oktober 2017.

"Kasasi di MA dan gugatan di PN Jakarta Pusat masih berlangsung sampai saat ini," tandas dia.

Haris juga mengklaim bahwa komponen partai yang asli dan para sesepuh PKPI, seperti Ibu Edi Sudrajat, Sutiyoso, Sri Edi Swasono, ibu Meutia Hatta, Yusuf Kartanegara dan Mashudi Darto masih berada di kubunya. Beberapa para sesepuh kata dia sempat menginisiasi islah, namun selalu kandas.

"Jadi, dengan ini kami tegaskan bahwa PKPI masih ada masalah yang perlu diselesaikan. Saya gugat ke MA dan PN Jakarta untuk menyelesaikan masalah ini," pungkas dia.

Haris juga mengakui bahwa pihaknya memang tidak mempunyai legal standing sebagai partai karena Menkumham menerbitkan SK Kepengurusan PKPI kepada kubu Hendropriyono. Dengan demikian, pihaknya tidak bisa menyatakan atau deklarasi dukungan kepada siapapun baik di Pilkada maupun Pemilu 2019.

"Namun, perlu diketahui para tokoh dan sesepuh PKPI sejak pilpres 2014 sudah mendukung pemerintahan Jokowi-JK. Hari ini pun PKPI masih dukung Jokowi-JK," tutur dia.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE