Survei Cyrus Network: Jokowi Jauh Ungguli Prabowo

Survei Cyrus Network: Jokowi Jauh Ungguli Prabowo
Presiden RI Joko Widodo (kiri) bersama ketua umum partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) saat naik kuda bersama, usai pertemuan tertutup di padepokan Garuda Yaksa, kawasan Hambalang, Bogor, Jawa Barat, 31 Oktober 2016. ( Foto: BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao )
Carlos KY Paath / YUD Kamis, 19 April 2018 | 17:39 WIB

Jakarta - Tingkat elektabilitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (capres) mencapai 58,5 persen, sedangkan Ketua Umum (ketum) Partai Gerindra Prabowo Subianto mendapatkan dukungan 21,8 persen. Kendati hasil survei terpaut jauh, Prabowo masih dianggap publik menjadi penantang terkuat Jokowi.

Hal itu berdasarkan hasil survei Cyrus Network (CN) yang dipaparkan Managing Director CN Eko Dafid Afianto di Jakarta, Kamis (19/4). “Di benak publik, top of mind capres, Jokowi 58,5 persen, Prabowo 21,8 persen. Kesimpulan sementara, Prabowo kompetitor Jokowi. Hanya Prabowo satu-satunya,” kata Eko.

Nama mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo berada pada peringkat tiga, namun elektabilitasnya hanya 2 persen, disusul Ketum Perindo Hary Tanoesudibjo dengan 1,1 persen, figur lainnya meraih 1 persen ke bawah. Untuk diketahui, survei CN berlangsung 27 Maret-3 April 2018 dengan 1.230 responden yang tersebar di 123 kelurahan/ desa, 34 provinsi.

Tingkat kepercayaan survei 95 persen dengan margin of error +/- 3 persen. Eko menuturkan, jika simulasi 2 nama, elektabilitas Jokowi menembus angka 64 persen, sementara Prabowo meraih 29,8 persen. “Sekali lagi, hanya Prabowo lawan terkuat Jokowi,” tegasnya.

Pada bagian lain, dia mengungkapkan, nama Ketua Kogasma Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menempati peringkat pertama calon wakil presiden (cawapres) paling cocok mendampingi Jokowi. Menurutnya, hasil ini sangat mengejutkan. “Sebanyak 15 persen publik menyebut AHY cocok dampingi Jokowi. Jauh di atas Gatot (10 persen) dan Prabowo (9,1) persen,” ungkapnya.

Dia menambahkan, responden memilih Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk cawapres Prabowo. “Persepsi publik, Anies lebih cocok jadi wakil Prabowo dibanding Jokowi. Tapi angka AHY juga tinggi, jadi AHY bisa ke mana-mana, jadi pendamping Jokowi cocok, Prabowo juga cocok,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, CEO Cyrus Network Hasan Nasbi Batupahat menyatakan, apabila situasi sesuai survei tidak berubah hingga Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (pilpres) 2019, maka kontestasi menjadi membosankan. “Capres kita itu lagi, itu lagi. Memang akan agak kurang menarik kalau pertarungannya, Jokowi dan Prabowo,” kata hasan.

Mengenai kemunculan AHY yang dipandang publik ideal dipasangkan dengan Jokowi, Hasan menyatakan, putra pertama Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memang tidak sedang memegang jabatan strategis. Berbeda dengan Anies yang menjabat gubernur DKI. “Tapi AHY lakukan safari politik, sehingga menaikkan popularitasnya. Anies tidak manfaatkan posisi strategisnya, sehingga namanya tidak muncul sefenomenal AHY,” ucapnya.



Sumber: Suara Pembaruan