Hercules
Saya berpesan kepada DPC dan DPD siap konsolidasi. Demi masyarakat, kita harus cari pemimpin yang bersih

Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) siap mengawal Prabowo Subianto  dalam pertarungan menjadi Presiden Indonesia 2014-2019.
 
"Saya merasa bangga sebagai Ketua Umum GRIB. Semoga GRIB dicintai masyarakat Indonesia dan bisa ikut menyukseskan partai Gerindra maju dalam peperangan pemilu presiden 2014-2019. Prabowo menjadi Presiden 2014 adalah harga mati, ujar Ketua Umum GRIB, Hercules Rozario Marshal, saat peresmian Kantor DPP GRIB, di Kemanggisan, Jakarta Barat, hari ini.
 
Dikatakan Hercules, kadernya jangan pernah takut membela Gerindra. Demi  masyarakat harus berani mengusung pemimpin yang berani dan bersih.
 
"Saya berpesan kepada seluruh kader, jangan takut. Kita harus terbuka, kita bela Gerindra di 2014. Saya berpesan kepada DPC dan DPD siap konsolidasi. Demi masyarakat, kita harus cari pemimpin yang bersih, yang berani memperjuangkan hak-hak orang miskin, dan mempertahankan NKRI,"  tambahnya.
 
Hercules menegaskan, kendati bekas preman dirinya preman putih dan cinta merah-putih.
 
"Saya orang Timor-Timur, tapi saya pertaruhkan kepala saya, kalau merah-putih itu tetap merah-putih. Saya tidak pernah takut, urusan mati urusan Tuhan. Saya mantan preman Tanah Abang. Tapi saya preman putih, preman jujur. Pantang buat saya memeras. Kita tunggu perintah bapak Prabowo. Kalau merah kita bikin merah, kalau putih kita bikin putih. Kalau dibilang nyebur got kita cebur got semua," kata Hercules.
 
Hercules mengatakan, dirinya dan GRIB siap mendukung Gerindra karena Prabowo bisa merubah Indonesia menjadi Indonesia yang baru.
 
"DPC dan DPD jangan pernah takut buat rakyat. Mari kita rebut pemilu 2014. Kenapa saya dukung Gerindra, karena Prabowo mau merubah Indonesia menjadi Indonesia baru. Mati buatnya hari ini juga, saya siap. Mari bangun GRIB menjadi yang paling terdepan," kata Hercules.
 
Acara peresmian Kantor DPP GRIB turut dihadiri, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Basuki Purnama (Ahok), Hotman Paris Hutapea, Ahmad Dhani, dan beberapa pengurus Gerindra dan GRIB.


Penulis: