Diapresiasi, Sikap Hasanuddin Tenangkan Massa Saat Debat

Diapresiasi, Sikap Hasanuddin Tenangkan Massa Saat Debat
Debat Pilkada Jawa Barat. ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / HA Selasa, 15 Mei 2018 | 20:48 WIB

Jakarta – Sikap calon gubernur Jawa Barat Tb Hasanuddin (Kang Hasan) yang memenangkan pendukungnya saat insiden kericuhan pada debat Pilgub Jawa Barat di Universitas Indonesia (UI), Depok, mendapat apresiasi. Sikap Kang Hasan itu membuat suasana debat yang sempat ricuh kembali tenang.

“Sikap itu menunjukkan sosok pemimpin yang tegas dan mengayomi,” ujar pakar komunikasi politik dari Universitas Pasundan, M Ridlo di Jakarta, Selasa (15/5). Kericuhan saat debat itu terjadi ketika pasangan calon wakil gubernur nomor urut 3, Ahmad Syaikhu memamerkan kaos putih betuliskan #GantiPresiden2019.

Untuk menghindari kekacauan, Kang Hasan dengan tegas mengambil alih suasana dan menyerukan kepada pendukungnya yang tersulut emosi untuk tetap tenang dan tidak terpancing.

“Kang Hasan dan Kang Anton (Anton Charliyan) berinisiatif maju ke depan untuk meredakan,” jelas Ridlo.

Menurutnya, jika suasana saat itu dibiarkan, tentu akan menimbulkan kekacauan yang lebih parah, bahkan bisa mengarah pada anarkisme. Pengalaman Kang Hasan di dunia militer, ujar Ridlo, rupanya berpengaruh terhadap gaya berpolitiknya yang mengedepankan persatuan ketimbang kepentingan pragmatis. Karakter tegas dan pengayom seperti itu dibutuhkan Jawa Barat saat ini.

Terkait materi debat, Ridlo mengatakan, solusi beragam masalah yang dibahas saat debat itu adalah perlunya keberanian dan keamanan.

“Masalah kerusakan lingkungan, pencemaran Sungai Citarum, banjir, penyedotan air tanah, lalu pertambangan, penyelesainnya adalah keberanian untuk menegakkan aturan dan keamanan,” kata dia.

Dikatakan, tanpa ada keamanan, maka pembangunan tidak akan bisa berjalan dengan baik. Mantan anggota Dewan Pers itu mengatakan, untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut, Jabar membutuhkan sosok yang berani dan tegas.

Sementara, seusai debat, Kang Hasan menyayangkan sikap cawagub nomor urut 3 yang mengeluarkan kaos #2019GantiPresiden itu. Langkah tersebut dianggap sebagai upaya untuk memicu konflik.

“Kami tidak akan terpancing dan tim akan menyelesaikannya sesuai prosedur. Di sini ada KPU dan Bawaslu,” kata dia.

Kang Hasan kemudian menyerukan kepada pendukungnya agar tidak terpancing dengan teror yang merusak keutuhan bangsa dan NKRI. Pendukungnya diminta untuk tidak mengorbankan persatuan di Jawa Barat hanya karena ambisi kekuasaan.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE