Daftar Cawapres Prabowo Kurang dari 5

Daftar Cawapres Prabowo Kurang dari 5
Para pimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (keempat kiri) pada peringatan milad ke-20 PKS di Bogor, Minggu 13 Mei 2018. ( Foto: B1/Vento Saudale )
Deti Mega Purnamasari / HA Rabu, 16 Mei 2018 | 14:08 WIB

Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebutkan jika saat ini Prabowo Subianto sudah memiliki kandidat calon wakil presiden (cawapres) dan jumlahnya tak sampai lima orang.

Kendati tidak menyebutkan siapa saja, Ahmad memaparkan kalau daftar itu sudah termasuk nama-nama yang diajukan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mitra koalisi Gerindra saat ini.

"Ya pokoknya jari saya lima ini kebanyakan (jumlah cawapres)," kata Muzani di Gedung DPR, Rabu (16/5).

Lebih jauh ia menjelaskan saat ini partainya terus memantapkan koalisi partai politik (parpol) untuk mengamankan tiket menjadikan Prabowo sebagai calon presiden (capres). Parpol atau gabungan parpol harus memiliki 112 kursi di DPR untuk bisa mengajukan capres, sementara Gerindra hanya memiliki 73 kursi.

Jika PKS bersedia bergabung, dua parpol itu akan memenuhi presidential threshold dengan 113 kursi.

Ahmad mengatakan parpol-parpol yang didekati menyatakan bersedia memberikan dukungan dengan syarat elite politik mereka menjadi pendamping Prabowo.

"Kami sekarang mempertimbangkan hal itu. Karena itu kebutuhan partai, tetapi di sisi lain kami juga melakukan pertimbangan lain karena wakil presiden menjadi faktor kemenangan," katanya.

Oleh karena itu dalam menentukan cawapres harus dipikirkan bersama-sama dengan partai calon mitra koalisi. Saat ini, pihaknya memang tengah berkonsentrasi pada urusan-urusan tersebut.

Ahmad menegaskan partai-partai yang didekati adalah mereka yang bersedia mencalonkan Prabowo sebagai presiden.

Terkait Partai Demokrat, Ahmad menegaskan hubungan dengan Gerindra masih terjalin baik dan terus dilakukan komunikasi. Ahmad bahkan mengimbau agar partai pimpinan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu bersedia menjadi mitra koalisi.

"Tapi keputusan utama ada dalam kebersamaan koalisi, para ketua umum partai. Yang dilihat adalah penerimaan oleh semua. Siapa yang paling diterima untuk memenangkan," pungkasnya.



Sumber: Suara Pembaruan