Ganjar Pranowo Tegaskan Program Kartu Tani Bermanfaat Bagi Petani

Ganjar Pranowo Tegaskan Program Kartu Tani Bermanfaat Bagi Petani
Calon Gubernur Jateng nomor urut satu Ganjar Pranowo (kedua kiri) berinteraksi dengan anak korban banjir saat kampanye ke lokasi banjir akibat luapan Sungai Dombo di Sayung, Demak, Jawa Tengah, 22 Februari 2018. ( Foto: Antara / Aji Styawan )
Yudo Dahono / YUD Kamis, 17 Mei 2018 | 12:01 WIB

Purworejo – Calon Gubernur Jawa Tengah nomor urut satu, Ganjar Pranowo dalam dialog bertajuk Nguduroso kartu Tani bersama sejumlah kelompok tani (poktan) di Desa Sokowaten, Banyu Urip, Purworejo. Alumnus Universitas Gajah Mada itu, menegaskan bahwa program kartu tani tidaklah merugikan petani. Dengan adanya Kartu Tani menjamin ketersediaan pupuk bagi poktan.

Ganjar menuturkan, sebelum ada Kartu Tani, seseorang yang bukan petani boleh membeli pupuk. Hal tersebut menyebabkan stok pupuk berkurang, bahkan langka bagi perani. Tak jarang ada beberapa kasus penyelundupan pupuk terungkap.

"Makanya bapak ibu saya buatkan identitas (Kartu Tani). Supaya hanya jenengan, para petani ini yang bisa membeli pupuk," kata Ganjar melalui keterangan, Kamis (17/5).

Sejumlah keluhan terkait Kartu Tani telah disampaikan oleh petani ke Gubernur Jateng non aktif itu dengan merespon keluhan dengan kerja cepat.

Ganjar menyampaikan, setelah dilakukan penyelidikan, kebanyakan keluhan berupa minimnya stok pupuk, petani belum ikut poktan, petani belum membuat Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), penyuluh yang kurang mengedukasi petani, dan sebagainya.

"Keluhan-keluhan tadi kami respon langsung. Kami kerja cepat, sehingga semua dapat selesai segera," urainya.
Ganjar pula membahas penggunaan pupuk berimbang. Dia mengajak para petani tidak sekadar menggunakan pupuk kimia.

Menurut Ganjar, penggunaan pupuk kimia secara rutin membuat tanah menjadi rusak. Hasil panen juga tidak sehat.

"Ibarat petinju yang dipukuli bertubi-tubi. Sekarang cacing udah malas di sawah. Mereka mabuk kena bahan kimia terus. Itu yang perlu diperhatikan," ulasnya.

Sebagai solusi, Ganjar mengajak para petani mulai menggunakan pupuk organik.

"Saya ada sahabat ahli pupuk organik. Namanya Purnomo, orang Kebumen. Kalau jenengan purun (saudara-saudara mau), biar dia ke sini untuk mengajari cara mengolah pupuk organik," ucap Ganjar.

Anggota kelompok tani Sokowaten, Sanjoyo berminat menggunakan pupuk organik. Dia bersedia belajar mengolah pupuk sesuai saran Ganjar."Memang masuk akal penjelasan Pak Ganjar tadi. Kami juga paham kalau pakai pupuk kimia terus tidak baik," katanya singkat.



Sumber: BeritaSatu.com