Presiden: Pesta Demokrasi Jangan Retakkan Persatuan

Presiden: Pesta Demokrasi Jangan Retakkan Persatuan
Joko Widodo. ( Foto: Antara )
/ CAH Kamis, 31 Mei 2018 | 13:52 WIB

Bekasi - Presiden Joko Widodo mengingatkan pesta demokrasi yang digelar setiap lima tahun sekali tidak sampai menimbulkan keretakan persatuan bangsa.

"Dalam pesta demokrasi, pilihan politik berbeda tidak apa-apa, tapi jangan sampai meretakkan hubungan kita sebagai saudara sebangsa se-Tanah Air," kata Presiden Jokowi dalam acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Kota Bekasi, Kamis (31/5).

Presiden mengingatkan pilkada wali kota, bupati, gubernur dan presiden tidak menjadikan masyarakat terpecah pecah.

"Biaya terlalu besar, rugi besar kita kalau seperti itu," kata Kepala Negara.

Di hadapan ribuan penerima sertifikat tanah, Presiden ingin menyadarkan semuanya bahwa Indonesia merupakan negara besar. Indonesia memiliki 263 juta penduduk yang tersebar di 17 ribu pulau. Jumlah itu jauh lebih besar dari Malaysia yang penduduknya 24 juta.

"Kita ini sebuah negara besar. Masih ada plus, selain besar kita ini majemuk, berbeda beda, beragam. Kita memiliki 714 suku. Singapura hanya empat. Coba dibayangkan dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote," tuturnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta masyarakat memilih pemimpin yang terbaik saat pesta demokrasi.

"Silahkan pilih pemimpin yang paling baik. Setelah itu kembali bersatu, jangan mau dikompor-kompori sehingga sama tetangga nggk saling sapa, dengan teman nggak saling sapa, antarkampung nggak saling rukun, gara-gara dikompori ini dan itu," ujarnya.

Jokowi meminta masyarakat menggunakan akal jernih sehingga tidak mudah dikompor-kompori oleh politisi.

"Sekarang kita dilihat bangsa lain sebagau bangsa yang sangat rukun, bangsa yang sangat santun, ramah. Jangan sampai karena pilihan politik kita menjadi tidak rukun. Kita bisa selalu rukun dalam bingkai NKRI, karena kita memilki Pancasila," kata Jokowi.



Sumber: ANTARA