SBY Enggan Bicara soal Koalisi Keumatan

SBY Enggan Bicara soal Koalisi Keumatan
Susilo Bambang Yudhoyono. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / FMB Kamis, 7 Juni 2018 | 19:33 WIB

Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) enggan berbicara persoalan politik. Menurutnya, partainya kini fokus membantu masyarakat yang kesulitan terlebih dahulu.

“Saya tidak mau bicara politik dulu. Bantu rakyat dulu, nanti pada saatnya (bicara politik),” kata SBY seusai meresmikan Gerakan Pasar Murah (GPM) PD di Kantor DPP PD, Jakarta, Kamis (7/6).

Untuk diketahui, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Bulan Bintang (PBB) sedang menggodok koalisi keumatan. PD diharapkan dapat bergabung dalam koalisi tersebut. SBY bergeming. “Janganlah (bahas koalisi),” ujarnya.

Ketika meresmikan GPM, SBY mengungkapkan, dirinya bersama sejumlah elite PD telah berkunjung ke daerah-daerah. Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) PD, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bahkan melawat ke-23 provinsi.

“Apa yang ingin saya ceritakan? Setiap kami berkunjung dan ketemu rakyat, mereka katakan 'Pak SBY, Partai Demokrat, tolong bantu rakyat kecil. Kami termasuk golongan yang kurang mampu. Kehidupan sehari-hari kami sedang alami kesulitan, pas-pasan, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari',” ungkap SBY.

Presiden Keenam RI tersebut mengaku merekam video serta memfoto rakyat yang mengeluh. Namun, ia sengaja tidak menyebarkannya. Ia khawatir dituding berpolitik. Ditegaskan, kesulitan hidup rakyat kecil, utamanya golongan tidak mampu dan masih miskin merupakan kenyaataan.

“Ini bukan hoaks, bukan politik, bukan berita mengada-ada. Memang golongan menengah, mampu, kaya sangat kaya, tidak mengalami kesulitan hidup. Itu betul. Tapi rakyat kecil mengalami kesulitan hidup,” tegasnya.

Ditambahkan, pemerintah berkewajiban bersikap peduli dan berbagi dengan masyarakat kecil. “Wajib memberikan bantuan. Itu amanah, itu moral, itu kewajiban,” imbuhnya.

Ia mengatakan, GPM tak hanya berlangsung di Kantor DPP PD, melainkan di seluruh kantor pengurus PD. “Hari ini ada sejumlah provinsi yang lakukan hal sama. Insyaallah bukan hanya saat bulan Ramadan saja,” katanya.

Poros Kerakyatan
Kepala Divisi dan Bantuan Hukum PD, Ferdinand Hutahaean mengatakan, partainya tengah menggodok kemungkinan poros koalisi terkait Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. Dijelaskan, partainya masih terbuka bergabung dengan koalisi kekuasaan yang mengusung Joko Widodo (Jokowi) atau koalisi keumatan dengan kandidat Prabowo Subianto.

Namun, diungkapkan, partainya menawarkan opsi baru yaitu koalisi kerakyatan. “Partai Demokrat sekarang sedang serius membangun poros kerakyatan. Bapak SBY ya arahannya begitu. Kita akan berupaya untuk membangun poros kerakyatan atau poros nusantara. Namanya menyaingi atau mungkin jadi kompetitor dari poros kekuasaan dan poros keumatan,” tutur Ferdinand.

Menurutnya, SBY memang menginginkan agar seluruh elite politik membantu masyarakat. Ia enggan mendahului poros kerakyatan, sinyal terbentuknya poros ketiga. “Kita tunggu tangan dingin SBY meramu poros kerakyatan,” tandasnya.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE