PBB Minta Gerindra-PKS Cepat Deklarasikan Capres

PBB Minta Gerindra-PKS Cepat Deklarasikan Capres
Para pimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (keempat kiri) pada peringatan milad ke-20 PKS di Bogor, Minggu 13 Mei 2018. ( Foto: B1/Vento Saudale )
Yustinus Paat / HA Sabtu, 9 Juni 2018 | 03:34 WIB

Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Bulan Bintang (PBB) Sukmo Harsono mendorong Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN) segera mendeklarasikan pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Menurut Harsono, semakin cepat koalisi tersebut terbentuk dan mendeklarasikan capres-cawapres, maka akan membuat koalisi yang mendukung petahana Joko Widodo semakin panik.

"Kalau Gerindra, PKS, PAN semakin cepat memutuskan pasangan capres dan cawapres, maka akan menakuti petahana dan membuat petahana panik," ujar Sukmo di Bakoel Koffie Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (8/6).

Bukan hanya takut, kata Sukmo, besar kemungkinan kaolisi yang sudah mendeklarasikan Jokowi petahana akan pecah. Pasalnya, jika Prabowo sudah menentukan cawapres, maka Jokowi akan memasang cawapres yang bisa menang lawan Prabowo dan pasangannya.

"Misalnya, Jokowi akan tunjuk Cak Imin, maka akan bubar koalisinya. Atau tunjuk Airlangga, maka PKB bisa keluar dari koalisi," ungkap dia.

Dampak lanjutnya, menurut Sukmo, bisa jadi terbentuk poros ketiga di mana ada partai di koalisi pendukung Jokowi akan keluar dan bergabung dengan partai yang belum menentukan pasangan calon.

"Nanti ada partai yang kecewa dan sempalan-sempalannya membentuk poros ketiga," tandas dia.

Lebih lanjut, dia berharap koalisi Gerindra-PAN-PKS harus memutuskan tokoh yang layak adu sebagai cawapres Prabowo. Kriteria koalisinya bukan berdasarkan jumlah kursi, tetapi sejauh mana cawapres mengakomodasi kepentingan umat.

"Harus melepaskan ego sentrisnya. Kalau jujur salah satu yang layak adu dan menang adalah Pak Yusril Ihza Mahendra (Ketua Umum PBB). Namun, kita tidak ngotot agar Yusril jadi cawapres Prabowo, tetapi jika bicara kepentingan umat, Yusril layak dipertimbangkan," pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com