Maruarar Hargai Amien Rais sebagai Tokoh Nasional

Maruarar Hargai Amien Rais sebagai Tokoh Nasional
Maruarar Sirait. ( Foto: Antara )
Hotman Siregar / YUD Minggu, 10 Juni 2018 | 16:22 WIB

Jakarta - Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP) menyampaikan penghargaannya kepada Amien Rais sebagai Tokoh Nasional.

"Saya menghargai Amin Rais sebagai tokoh nasional, beliau pernah menjadi Ketua MPR RI," ujar Maruarar, Minggu (10/6).

Ara menerima masukan Amien Rais dan menegaskan bahwa Jokowi orang yang terbuka serta tidak anti kritik. Ia bahkan mengucapkan terimakasih kepada Amien Rais atas masukannya kepada Presiden Jokowi.

"Terimakasih atas masukannya kepada Pak Jokowi, beliau terbuka menerima masukan. Kita bisa lihat bersama bahwa orang bisa bebas demo di depan Istana, artinya Jokowi bukan orang yang anti kritik," ujar tokoh muda PDI Perjuangan itu.

Sebelumnya mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai ucapan Amien Rais, sudah melebihi batas terutama dalam menyerang Presiden Jokowi.

"Sebenanya sih kalau kita mempelajari perilaku poltiknya Pak Amien, orangnya memang keras sejak dulu. Tapi menurut saya yang belakangan ini agak overdosis," kata Mahfud.

Kemudian pakar hukum itu menunjukkan salah satu contoh ucapan Amien yang menurutnya sudah keterlaluan.

Overdosis itu nampaknya di berbagai tempat Pak Amien hanya selalu menyerang Jokowi saja. Misalnya yang terakhir dia menunjuk gambarnya Jokowi, 'ini orang sebentar lagi akan dilengserkan oleh Allah'."

"Menurut saya overdosis itu, karena implikasinya tidak bagus bagi Pak Amien. Kalau ternyata misalnya Jokowi tidak lengser, berarti Allah tidak percaya pada omongan Pak Amien. Kan gitu kalau dibalik (logikanya) ya."

"Iya kalau lengser, kalau enggak kan berarti Allah enggak sama dengan Amien, lebih dipercaya oleh Allah itu Jokowi, kan gitu".

Dalam perkembangan politik sekarang, Mahfud juga menilai bahwa wacana pertemuan Amien dengan Jokowi patut didukung.

"Bagus kalau ada ide Pak Amien dan Pak Jokowi itu bertemu, entah di mana terserah gitu," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan