Gerindra: Nuruzzaman Berulah karena Hendak Pindah Parpol

Gerindra: Nuruzzaman Berulah karena Hendak Pindah Parpol
M Nuruzzaman. ( Foto: istimewa )
Hotman Siregar / HA Kamis, 14 Juni 2018 | 23:17 WIB

Jakarta - Pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Mohammad Nuruzzaman membuat Gerindra meradang. Nuruzzaman mengaku keluar dari Gerindra karena tidak senang dengan pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon yang mengkritisi hadirnya anggota Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil dalam sebuah forum yang digelar Israel.

Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade menilai apa yang dilakukan Nuruzzaman hanya untuk mencari popularitas.

"Yang kami tangkap dari si Nuruzzaman ini karena yang bersangkutan ingin mencari popularitas," ujar Andre, Kamis (14/6).

Andre mengatakan, Nuruzzaman mencari popularitas karena akan bergabung dengan partai lain. Bahkan Nuruzzaman ‎akan maju menjadicalon legislatif dari salah satu partai baru tersebut.

"Mencari popularitas karena beliau akan pindah ke partai lain, beliau akan nyaleg dipartai lain. Menurut informasi kami, partai tersebut yang akan membantu pencalegan lah, maka beliau mencari momen," katanya.

Sementara itu Ketua Bidang Hukum DPP Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan, saat ini Lembaga Advokasi Gerindra sedang mempelajari pernyataan Nuruzzaman di berbagai media. Menurutnya, pernyataan Nuruzzaman itu berisi fitnah yang keji.

“Reputasi dan nama baik Gerindra sebagai partai pembela rakyat kami bangun dengan keringat, darah dan airmata selama lebih sepuluh tahun dan tidak akan kami biarkan tercoreng oleh siapapun," ucapnya ketika dihubungi Kamis, (14/6).

Habiburokhman mengatakan akan menunggu selama tiga kali 24 jam untuk segera melakukan klarifikasi.

"Jika tenggat waktu tersebut diabaikan selanjutnya kami akan menggunakan hak hukum untuk melaporkan secara pidana dan menggugat secara perdata," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan