PKB: Ini Keunggulan Muhaimin Dibanding Mahfud MD

PKB: Ini Keunggulan Muhaimin Dibanding Mahfud MD
Muhaimin Iskandar ( Foto: Beritasatu / Primus Dorimulu )
Deti Mega Purnamasari / FMB Rabu, 11 Juli 2018 | 18:01 WIB

Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKB, Dita Indah Sari menyebutkan bahwa partainya masih optimistis Joko Widodo (Jokowi) akan memilih Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden (cawapres) dibandingkan Mahfud M.D yang namanya gencar disebut-sebut akan menjadi cawapres Jokowi.

"Kami masih optimistis saja Pak Jokowi akan lebih memilih Pak Muhaimin ketimbang Pak Mahfud atau calon-calon lain, karena dengan gandeng Muhaimin, satu dapat tiga. Dapat partai untuk tambahan presentase threshold, dapat konstituen PKB 11 juta dan NU," ujar Dita kepada wartawan, Rabu (11/7).

Hal tersebut menunjukkan bahwa PKB bisa saja mengubah dukungan kepada Jokowi apabila Jokowi memilih Mahfud M.D sebagai cawapresnya. Namun sejauh ini pula, PKB belum menggeser dukungannya dan tetap konsisten mengusung Jokowi-Muhaimin (Join) sebagai capres dan cawapres.

"Ya keputusan bulat itu memang selama kami masih Join memang semua calon lain kami tidak endorse. Selama ada Join, calon lain tidak kami endorse (termasuk Mahfud M.D)," terangnya.

Ia mengatakan, untuk menentukan cawapres Jokowi harus dihitung terlebih dahulu mana yang akan memberikan manfaat semaksimal mungkin untuk Jokowi. Sebab Mahfud bukan dari kalangan partai politik, maka jika Jokowi memilihnya, Jokowi dinilainya akan lebih sulit mendapatkan dukungan dari parpol-parpol koalisi.

Selain itu, pihaknya juga menilai bahwa Mahfud tidak bisa disebut mewakili kalangan NU yang merupakan unsur mayoritas dari umat Islam di Indonesia. Menurutnya, karakter Mahfud lebih akademis dan profesional sehingga manfaat politik yang bisa didapat Jokowi pun menjadi minimal.

"Itulah mengapa PKB tentu lebih menganggap Pak Jokowi mendapatkan manfaat lebih besar kalau mengambil Pak Muhaimin," katanya.

Pihaknya pun tetap ingin Muhaimin menjadi wakil Jokowi karena PKB merupakan unsur yang benar-benar mewakili NU yang dibutuhkan Jokowi sebagai jembatan untuk berkomunikasi dan mendapat kepercayaan dari umat Islam. Terlebih latar belakang Jokowi yang nasionalis juga menyebabkannya membutuhkan pendamping yang religius dan mewakili umat.

"Jadi perlu pendamping yang menguatkan dia dari segi itu. Kalau Pak Mahfud bagi kami tak cukup kuat mewakili umat Islam karena beliau akademisi," pungkasnya.



Sumber: Suara Pembaruan