Dugaan Kecurangan, Pilbup Bogor Digugat ke MK

Dugaan Kecurangan, Pilbup Bogor Digugat ke MK
Pasangan Pilbup Bogor 2018, Ade Ruhandi (Jaro Ade) dan Inggrid Kamsil saat pendaftaran di KPUD Kabupaten Bogor. Pasangan ini, mempunyai dana kampanye terbanyak mencapai RP 700 miliar. ( Foto: Beritasatu.com/Vento Saudale )
Vento Saudale / CAH Rabu, 11 Juli 2018 | 18:34 WIB

Bogor - Pengumuman keputusan sah bupati dan wakil bupati terpilih Kabupaten Bogor sepertinya bakal ditunda mengingat, calon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor urut 3, Jaro Ade-Inggrid Kansil (Jadi) resmi melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa kemarin.

Gugatan tersebut diajukan oleh Kuasa Hukum Jadi terkait adanya temuan dugaan kecurangan pada penyelenggaran pilkada Bupati dan Wakil Bupati Bogor beberapa waktu lalu.

Kuasa Hukum Paslon Jadi, Herdiyan Nuryadin mengatakan, gugatan tersebut diajukan pada hari ini ke MK di Jakarta. Tepatnya pada pukul 15.54 WIB. “Ya, sore kemarin sudah gugat ke MK,” papar Herdiyan mengkonfrimasi, Rabu (11/7).

Herdiyan menambahkan gugatan dilayangkan pihaknya berkaitan dengan adanya temuan khusus pada pelaksanan Pilkada Kabupaten Bogor.

Terutama terkait permasalahan Daftar Pemilih Tetap Tambahan atau DPTB. “Salah satunya soal DPTB, kami sudah siapkan bukti-bukinya juga,” tambahnya.

Berdasarkan data diperoleh pojokbogor.com, perkara Pilkada Kabupaten Bogor dengan nama pemohon, H. Ade Ruhandi – Jaro Ade, S.E. & Inggrid Maria Palupi Kansil, S.Sos. (Nomor Urut 3) terdaftar dengan nomor gugatan APPP 30/1/PAN.MK/2018. Dengan termohon KPU Kabupaten Bogor

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor memenangkan pasangan Ade Yasin-Iwan Setiawan (Hadist) yang memperoleh suara terbanyak 41 persen, selisih 3 persen dari pasangan Ade Ruhandi-Inggrid Kansil (Jadi) 38,7 persen. Dalam rapat pleno hingga Sabtu (7/7) dini hari berlangsung alot, banyak diwarnai keberatan para saksi dari masing-masing pasangan calon.

Berdasarkan hasil rapat pleno KPU Kabupaten Bogor, Ade Yasin-Iwan Setiawan meraih suara terbanyak dari paslon lainnya. Paslon nomor urut dua itu memperoleh 912.221 suara atau 41,12 persen. Disusul paslon nomor urut 3 Ade Ruhandi (Jaro Ade)-Ingrid Kansil dengan raihan 859.444 suara atau 38,74 persen.

Kemudian diikuti Fitri Putra Nugraha (Nungki)-Bayu Syahjohan dengan perolehan 177.153 suara atau 7,98 persen. Lalu, Ade Wardhana Adinata-Asep Ruhiyat dengan 168.733 suara atau 7,60 persen. Terakhir, Gunawan Hasan-Ficky Rhoma Irama meraih 100.745 suara atau 4,54 persen.

Sepanjang jalannya rapat pleno sejak Jumat lalu berjalan banyaknya instruksi dari beberapa saksi masing-masing pasangan. Beberapa saksi keberatan mengenai empat panitia pemilihan kecamatan (PKK) yang tidak menyajikan data menggunakan DA1 (rekap kecamatan). Selain itu, instrupsi keberatan saksi juga terjadi saat terjadi kesalahan penulisan antara daftar pemilih tetap (DPT), daftar pemilih pindahan (DPPh), dan daftar pemilih tambahan (DPTb).



Sumber: BeritaSatu.com