Gerindra Sebut Koalisi dengan PKS Semu

Gerindra Sebut Koalisi dengan PKS Semu
Desmond J Mahesa ( Foto: Istimewa )
Deti Mega Purnamasari / YUD Rabu, 11 Juli 2018 | 19:26 WIB

Jakarta - Politisi Partai Gerindra, Desmond J. Mahesa menilai bahwa koalisi yang dilakukan oleh pihaknya, dalam hal ini adalah koalisi bersama PKS merupakan koalisi yang semu.

"Kalau bicara koalisi ini, koalisi untuk kepentingan, kekuasaan atau koalisi dalam rangka pengabdian kepada masyarakat. Saya melihatnya adalah koalisi ini koalisi semu," ujar Desmond di Gedung DPR, Rabu (11/7).

Ia mengatakan, koalisi yang dilakukan Gerindra dan PKS disebutnya sebagai koalisi semu karena ada kesan orang-orang di dalam partai tersebut mengancam. Untuk menyamakan persepsi bahwa pihaknya harus mengalahkan Jokowi pun belum dilakukan, katanya, tetapi tiba-tiba muncul pernyataan dari salah satu Anggota Majelis Syuro PKS, yakni Tifatul Sembiring yang menyampaikan jika calon wakil presiden (cawapres) Prabowo bukan dari PKS, maka partai tersebut akan keluar dari koalisi.

"Ini ada apa? Kalau kami melihat hashtag ganti presiden, menang atau kalah Jokowi ini kan, tapi belum melihat peta menang atau kalah ya? Koalisi oposisi ini adalah sudah tidak jelas kekompakannya," katanya.

Ia mengatakan, ada kesan bahwa PKS mengejar ambisi untuk kekuasaan partainya tersebut dengan melontarkan pernyataan demikian. Menurutnya, hal tersebut membuat koalisi yang dibentuk jadi bukan ingin mendapatkan kekuasaan dalam rangka kepentingan rakyat, tapi kekuasaan bagaimana membesarkan partainya karena ingin berkuasa di dalam kekuasaan.

"Akhirnya ini kayak kekuasaan bagi rezeki kan," katanya

Kendati demikian, keinginan PKS tersebut untuk menjadi cawapres Prabowo dikatakannya tak bisa dikomentarinya terlalu jauh karena penentuan cawapres merupakan wilayah Prabowo. Justru, pihaknya malah menerka-nerka kemungkinan PKS yang ingin menjadi nomor satu dengan mengusung capres.

"Kan seperti Amien Rais ingin jadi presiden juga, semakin kacau balau kan. Menang belum tentu, yang ada orang mimpi jadi presiden kan. Ini kan lucu juga," katanya.

Namun sejauh ini hubungan dengan PKS tetap harmonis meski diakuinya keresahan PKS itu menjadi suatu hal yang wajar. Pihaknya sangat memaklumi hal itu.

"Tapi bagi saya yang di lapangan berhadapan dengan pemilih ya agak khawatir. Mengapa? Kita belum fokus akan menang tapi sudah rebutan. Kalau aku nggak dapat ini, nggak dukung. Kan repot," katanya.

Oleh karena itu tak salah jika dirinya menyebut koalisi yang dibentuk ini merupakan koalisi yang semu dan bukan dalam rangka kepentingan pembangunan nasional untuk rakyat, tetapi adalah bagaimana menikmati kekuasaan untuk kepentingan kelompoknya.



Sumber: Suara Pembaruan