Rapuh, Baru PAN-Gerindra Dukung Prabowo

Rapuh, Baru PAN-Gerindra Dukung Prabowo
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (dua kiri) bersiap meninggalkan kediamannya jelang pengumuman capres dan cawapres di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, 9 Agustus 2018. ( Foto: Antara / Sigid Kurniawan )
Hotman Siregar / HA Kamis, 9 Agustus 2018 | 19:18 WIB

Jakarta- Satu hari menjelang berakhirnya masa akhir pendaftaran calon presiden-wakil presiden di Komisi Pemilihan Umum (KPU), koalisi partai politik pendukung Prabowo Subianto masih terus melakukan manuver.

Awalnya empat parpol yakni Gerindra, Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN) sudah sepakat mengusung Prabowo menjadi capres.

Namun, di saat masa akhir pendaftaran muncul manuver politik dari PKS dan Demokrat karena calon yang mereka ajukan sebagai cawapres Prabowo tidak terakomodasi. PKS mengusulkan kadernya yakni Salim Segaf Al Jufri sebagai cawapres Prabowo, sejalan dengan rekomendasi Ijtima Ulama.

Sama halnya dengan Demokrat yang ngotot mengusung putra ketua umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yakni Agus Harimurti Yudhoyono sebagai pendamping Prabowo. Sementara Prabowo lebih memilih Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno sebagai cawapresnya.

Sumber SP yang juga merupakan petinggi Gerindra di rumah Prabowo di Jl Kartanegara mengungkap bahwa hingga Kamis (9/8) sore baru dua parpol yang sudah final mendukung Prabowo. Parpol itu adalah Gerindra dan PAN.

"Demokrat dan PKS hingga sore ini belum menentukan sikap. Ini yang membuat deklarasi jadi terlambat," ujar sumber itu.

Gerindra dan PAN sudah memenuhi syarat mengajukan capres-cawapres 20 persen anggota parlemen. Namun, kata dia, Prabowo tetap menunggu konsistensi dukungan dari PKS dan Demokrat.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon berharap koalisi empat parpol tetap solid. Hingga jelang malam ini, komunikasi dan waktu untuk melakukan komunikasi dan musyawarah masih perlu dilakukan.

"Mudah-mudahan (deklarasi) bisa malam ini," kata Fadli di Rumah Kartanegara Kamis (9/8) sore.

Fadli telah dua kali bolak-balik dari rumah Prabowo sepanjang hari ini. Begitu juga dengan Sekjen Ahmad Muzani.

Sekitar Pukul 17.40 WIB, Prabowo tiba di rumah Kartanegara dan tak memberi sepatah kata pun kepada wartawan. Sepanjang Kamis pagi hingga sore, sejumlah tamu menyambangi kediaman Prabowo di antaranya mantan Ketum PAN Amien Rais, politikus PAN Drajad Wibowo, ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Martak, Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dan lainnya.

Setiap tamu yang keluar dari rumah Prabowo tak memberikan komentar kepada awak media. Tampak hanya Fadli Zon dan Muzani yang mau memberikan komentar.

Fadli menambahkan, hingga sore ini pihaknya masih menjalin komunikasi dengan parpol pendukung.

"Masih kita jalin komunikasi. Kan belum final waktunya, tenggat waktunya kan masih ada," ucapnya.

Kabar dari kubu Koalisi Jokowi juga memunculkan polemik. PKB dikabarkan "ngembek" pasca pengumuman Ma'ruf Amin sebagai cawapres Jokowi.

PKB yang dipimpin Muhaimin Iskandar sore tadi langsung menggelar rapat kerja internal. Isu pun banyak muncul apakah PKB, Demokrat, dan PKS bisa bersatu membentuk poros ketiga?

Kunci terbentuknya poros ketiga kini ada di tangan PKB. Poros ketiga itu pun dikabarkan akan mengusung Gatot Nurmantyo sebagai capres 2019.

Apakah PKB akan bergabung dengan poros ketiga dan keluar dari Koalisi Indonesia Kerja pimpinan calon petahana Joko Widodo? Selanjutnya, bagaimana koalisi PKS dengan Gerindra yang selama ini berjalan solid?

Koalisi Prabowo tampak rapuh sehingga jelang akhir pendafataran pun persoalan siapa yang jadi cawapres masih belum terpecahkan. Gerindra tetap optimistis, deklarasi capres-cawapres diumumkan Kamis malam ini juga.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE