Ini Alasan PSI dan Perindo Dicoret dari Partai Pendukung Jokowi-Ma'ruf

Ini Alasan PSI dan Perindo Dicoret dari Partai Pendukung Jokowi-Ma'ruf
Bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (kanan) dan Ma'ruf Amin (kiri) tiba di lokasi pendaftaran calon presiden dan wakil presiden di Kantor KPU, Jakarta, 10 Agustus 2018. ( Foto: Antara / Akbar Nugroho Gumay )
Yustinus Paat / FMB Jumat, 10 Agustus 2018 | 14:04 WIB

Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencoret dua partai pendukung bakal calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin dari berkas syarat pencalonan yang diberikan Jokowi-Amin ke KPU. Kedua partai tersebut adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Perindo.

Menurut Komisioner KPU Hasyim Asy'ari, kedua partai ini dicoret karena bukan merupakan partai peserta pemilu 2014. Pasalnya, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu menyebutkan pasangan calon diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memenuhi threshold pemilu sebelumnya atau pemilu 2014.

"Secara formil yang mendaftarkan atau yang mengusulkan adalah partai politik peserta pemilu 2014. Gabungan parpol yang memenuhi treshold," ujar Hasyim di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Jumat (10/8).

Ketentuan ini diatur dalam Pasal 222 UU Pemilu yang menyebutkan Pasangan calon diusulkan oleh partai politik atau partai gabungan peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.

"Yang dihitung hanya partai politik peserta pemilu 2014," tandas dia.

Karena terganjal dengan ketentuan tersebut, maka PSI dan Perindo dicoret dari beberapa dokumen persyaratan pencalonan Jokowi-Amin. Dokumen tersebut antara lain, formulir model B-1 PPWP (surat pencalonan yang ditandatangani pimpinan parpol atau gabungan parpol), form model B-2 PPWP (surat pernyataan parpol atau gabungan parpol mengusulkan paslon dan tidak menarik dukungan), dan form model B-3 PPWP (surat kesepakatan parpol atau gabungan parpol dengan paslon).

Sebagaimana diketahui, paslon Jokowi-Amin diusulkan oleh tujuh parpol, yakni PDIP, Partai Golkar, PKB, Nasdem, PPP, Hanura dan PKPI.



Sumber: BeritaSatu.com