Orasi di Depan Pendukung, Prabowo Janji Bela Kepentingan Rakyat

Orasi di Depan Pendukung, Prabowo Janji Bela Kepentingan Rakyat
Capres Prabowo Subianto (kanan) menyapa pendukungnya seusai mendaftarkan dirinya dalam Pilpres 2019 di depan Kantor KPU Pusat, Jakarta, 10 Agustus 2018. Prabowo Subianto-Sandiaga Uno resmi mendaftar sebagai pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden periode 2019-2024. ( Foto: Antara / Akbar Nugroho Gumay )
Fana Suparman / FER Jumat, 10 Agustus 2018 | 16:35 WIB

Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto bersama Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Sandiaga Uno, rampung mendaftar sebagai pasangan calon Presiden (Capres) dan calon Wakil Presiden (Cawapres) di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (10/8) sore. Usai mendaftar, Prabowo berorasi di depan massa pendukung yang menunggunya di depan Kantor KPU.

Sambil berdiri melalui kaca atas mobilnya, Prabowo yang mengenakan baju safari putih dan kacamata hitam membuka orasinya dengan berterima kasih kepada para pendukungnya, termasuk buruh yang dikabarkan berjalan kaki atau longmarch dari Surabaya. Prabowo bertekad mengerahkan segala tenaga, pikiran dan energi untuk membela kepentingan rakyat Indonesia.

"Saya bertekad mengerahkan segala tenaga saya, segala pikiran saya, segala energi saya, akan saya tumpahkan untuk membela kepentingan rakyat Indonesia. Itu tekad saya. Saya akan bela kepentingan rakyat Indonesia," kata Prabowo dengan berapi-api.

Prabowo berkisah saat Salat Jumat tadi, Khatib mengingatkan hanya ada dua tugas seorang pemimpin. Kedua tugas itu, yakni membela dan mengurangi penderitaan rakyat. Menurutnya, tuntutan seorang pemimpin sederhana namun berat.

Untuk itu, Prabowo berjanji tidak ada lagi rakyat Indonesia yang kelaparan, yang putus asa bahkan hingga bunuh diri karena tidak mampu memberi makan anak-anaknya. Menurutnya, Indonesia sebaiknya berhenti menjadi sebuah republik, jika masih ada rakyat Indonesia yang kelaparan dan bunuh diri karena frustasi tak mampu memberi makan anak.

"Kita bangsa yang hina kalau ada yang bunuh diri karena tak bisa beri makan anak-anaknya. Kita hina. Marilah kita berhenti menjadi sebuah republik," tegasnya.

Prabowo menyatakan Indonesia telah gagal menjadi sebuah republik jika masih ada rakyat miskin hingga anak-anaknya turut miskin. Untuk itu, Prabowo bersama Sandiaga Uno dan partai-partai pendukung bertekad untuk mengelola kekayaan Indonesia untuk rakyat Indonesia.

"Kekayaan kita untuk rakyat Indonesia. Bukan untuk bangsa lain. Kita tidak mau jadi antek dan bangsa lain. Jadi kacung dan budak bangsa lain," tegasnya.

Prabowo yakin perjuangan yang dilakukannya ini berada di jalan yang benar. Untuk itu, Prabowo meyakini akan mampu memenangi Pilpres 2019. "Jadi ini perjuangan kita. Kita yakin kita di jalan yang benar dan kita yakin Tuhan selalu berada di pihak yang benar," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan