Jokowi-Ma'ruf Rampungkan Pemeriksaan Kesehatan Selama 12 Jam

Jokowi-Ma'ruf Rampungkan Pemeriksaan Kesehatan Selama 12 Jam
Pemeriksaan kesehatan bakal calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo (Jokowi) san Ma'ruf Amin berlangsung selama 12 jam. ( Foto: Beritasatu Photo / Deti Mega )
Deti Mega Purnamasari / WBP Minggu, 12 Agustus 2018 | 21:56 WIB

Jakarta- Pemeriksaan kesehatan bakal calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo (Jokowi) san Ma'ruf Amin berlangsung selama 12 jam. Pemeriksaan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini, berakhir pada pukul 20.31 WIB ketika keduanya meninggalkan paviliun medical check up, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8).

"Alhamdulillahirobilalamin, saya dengan Profesor KH Ma'ruf Amin telah menyelesaikan pemeriksaan kesehatan kami. Insya Allah sehat semuanya," ujar Jokowi usai pemeriksaan.

Ia bersama Ma'ruf Amin optimistis hasil tes kesehatannya akan baik. Pasalnya, keduanya masih segar bugar menyelesaikan seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan sejak pagi hingga malam. "Memang waktunya saya sedikit lebih cepat, karena memang mulainya lebih cepat," terangnya.

Selain itu, Jokowi sudah lima kali pemeriksaan kesehatan seperti ini, mulai saat mencalonkan diri sebagai wali kota sebanyak dua kali, gubernur satu kali, dan presiden dua kali. "Oleh karena itu, tanpa di-breafing lagi oleh para dokter, saya sudah mengetahui tahapan-tahapannya," kata dia.

Jokowi mengaku tak lelah dengan pemeriksaan kesehatan. Sebab pemeriksaan dilakukan hanya dengan berpindah kamar, tidur, dicek, dan begitu seterusnya. "Selanjutnya, kita akan masuk ke tahapan-tahapan yang telah ditentukan KPU," katanya.

Hal senada disampaikan Ma'ruf Amin. Ia mengatakan, dalam tahapan pemeriksaan tidak ada hal yang melelahkan. Menurutnya, akan lebih melelahkan jika berkeliling ke daerah atau melakukan tawaf dan sa'i saat ibadah haji. "Itu lebih berat. Terima kasih kepada para dokter yang telah memberikan pelayanannya yang luar biasa," kata dia.

Sementara penanggungjawab pemeriksaan bacapres dan bacawapres sekaligus Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ilham Oetama Marsis mengatakan, pihaknya menyerahkan dokumen berupa surat tanda selesainya pemeriksaan kesehatan bagi bacapres dan bacawapres. Setelah itu, pihaknya akan melanjutkan pemeriksaan untuk pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang akan dilaksanakan pada Senin (13/8). "Setelah selesai seluruhnya, kami akan menyampaikan dalam 2 hari hasil dan kesimpulan kepada KPU, yang bersangkutan, dan file dari IDI itu sendiri," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya akan memberikan hasil pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani kepada KPU untuk memutuskan apakah yang bersangkutan dapat lanjut menjadi capres atau cawapres. "Tentunya yang namanya rekam medis jadi hak RSPAD, yang kami serahkan hasil dan kesimpulan pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani," katanya.

Hasil pemeriksaan tersebut, akan menunjukkan apakah yang bersangkutan mempunyai kemampuan melaksanakan tugas dan kewajiban secara fisik, mandiri untuk jangka waktu 5 tahun.



Sumber: Suara Pembaruan