Prabowo Akan Bentuk Tim Pakar

Prabowo Akan Bentuk Tim Pakar
Pasangan bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) - Sandiaga Uno (kedua kiri) bersama Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimuri Yudhoyono (kanan) dan Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan (kiri) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono di Kuningan, Jakarta, Rabu (12/9). Kedatangan pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke rumah SBY itu untuk membahas pemenangan dalam Pemilihan Presiden 2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Hafidz Mubarak A )
Carlos KY Paath / JAS Rabu, 12 September 2018 | 22:40 WIB

Jakarta – Bakal calon presiden, Prabowo Subianto ingin membentuk tim pakar. Ia kini tengah mencari dan mengumpulkan para ahli dalam ekonomi, hukum, termasuk kebijakan publik.

“Saya ingin kumpulkan otak-otak terbaik, the best and the bright brain (punya kemampuan terbaik dan cemerlang). Saya ingin kumpulkan menjadi tim pakar untuk memberi nasihat, langkah-langkah yang harus kita ambil,” kata Prabowo.

Hal itu disampaikan Prabowo saat jumpa pers di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (12/9). “Saya kira tim pakar ada dua, ada di tim kampanye, ada tim pakar yang khusus. Orang-orang yang tidak akan terlibat di politik praktis,” ujarnya.

Fokus anggota tim pakar, menurut Prabowo, hanya memikirkan kebijakan strategis. Dengan begitu, ketika ia dan bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno dipercaya rakyat memenangkan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019, persoalan bangsa teratasi serta terselesaikan.

“Masalah korupsi juga, kami akan kumpulkan ahli-ahli hukum yang terbaik untuk bangsa. Saya sudah minta penguatan dari anggota Partai Demokrat yang punya pengalaman di bidang ekonomi, pemerintah, dan pengelolaan ekonomi untuk bantu tim pakar saya,” ungkap Prabowo.

Dikatakan, persoalan ekonomi merupakan sumber dari segala ancaman masa depan bangsa. Lapangan pekerjaan, harga pangan terjangkau sepatutnya diurus dengan baik. Dijelaskan, harga-harga pangan sangat berkaitan dengan produksi.

Ditambahkan, apabila produksi terhambat, suplai barang berkurang dan harga melonjak. “Lapangan kerja juga demikian. Dengan mengalirnya kekayaan negara ke luar, tidak ada kekuatan ekonomi, tidak ada uang beredar, sehingga lapangan kerja susah,” imbuhnya.

Seluruh permasalahan ekonomi itu, menurutnya, hasil dari kunjungan dirinya ke beberapa daerah di Indonesia. “Sandi keliling, AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) keliling. Harga telur tinggi, harga tempe naik. Ini makanan pokok rakyat kita. Ikan asin tinggi. Ini tdak boleh dianggap remeh,” tegasnya.

Posisi

Prabowo menjelaskan, posisi AHY dalam tim pakar berada di dewan pembina. Sedangkan SBY, ungkap Prabowo, justru hanya meminta menjadi juru kampanye.

“Beliau (SBY) posisinya tidak ada (di tim pakar), tetapi di atas. God father itu agak di atas. Yang penting you lihat aku datang ke sini terus. Beliau mentor saya, bukan urusan partai saja. Ini urusan lama. Puluhan tahun lalu, urusan Magelang (Prabowo dan SBY adalah lulusan Akademi Militer di Magelang) ini,” jelasnya.

Sejumlah tokoh berkomitmen membantu tim pakar. Misalnya ekonom Kwik Kian Gie. Walaupun Kwik politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), kata Prabowo, demi kepentingan negara bersedia masuk dalam dewan penasihat.

“Kita bicara bangsa dan negara. Kalau untuk negara dan bangsa kita tidak melihat partai. Jadi, itu komitmen kami. Beberapa lagi di kami ada mantan menteri keuangan, mantan gubernur BI (Bank Indonesia). Kami kumpulkan semua. Kami ingin merekrut yang muda-muda juga,” tuturnya.

“Kita tidak memikirkan ras atau agama atau daerah mana. Kita ingin mengumpulkan mereka, kita minta mereka memikirkan demi bangsa dan negara. Seorang seperti Kwik Kian Gie menyatakan ingin menjadi penasihat saja. Akan kami umumkan.” 



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE