Ahmad Basarah: PDIP Tetap Bangga atas Kwik Kian Gie

Ahmad Basarah: PDIP Tetap Bangga atas Kwik Kian Gie
Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno, bersama pakar ekonomi, Kwik Kian Gie, seusai menggelar pertemuan di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin, 13 November 2017. ( Foto: Beritasatu Photo/Lenny Tristia Tambun )
Markus Junianto Sihaloho / FMB Kamis, 13 September 2018 | 20:48 WIB

Jakarta - Wakil Sekjen DPP PDIP, Ahmad Basarah, menyatakan pihaknya tak akan mempermasalahkan bila benar mantan anggota dewan dari partai itu, Kwik Kian Gie, bergabung ke Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Sandiaga Uno.

"Hal itu adalah hak demokrasi beliau untuk menentukan pilihan politiknya," kata Basarah, Kamis (13/9).

Menurut dia, pada kenyataannya memang banyak kader-kader berkualitas di PDIP. Sehingga PDIP, sebagai partai besar saja, masih belum mampu menampung aktualisasi kader-kadernya yang berkualitas seperti Kwik.

Maka itu, lanjut dia, pihaknya melihat tidak ada yang salah dengan keputusan Kwik Kian Gie jika seandainya apa yang disampaikan Prabowo benar. Hal ini akan semakin menambah ruang aktualisasi jiwa-jiwa pejuang yang ingin berkiprah di negeri ini.

"PDIP bangga, karena beliau pernah besar dan tumbuh bersama PDIP, sehingga akan mampu menjadi perpanjangan tangan untuk menyampaikan sikap ideologis dan gagasan besar untuk negeri melaui parpol lain," ulasnya.

Kata Basarah, PDIP yang terlihat bagaikan fenomena gunung es, yang sebenarnya masih banyak menyimpan kader-kader yang berkualitas tetapi belum mendapatkan ruang aktualisasi. Kebebasan untuk berpolitik dan memilih ruang aktualisasi diri adalah bagian juga dari demokrasi yang sesungguhnya. Dan tidak ada yang melarang itu.

"Justru ini menjadi sumbangsih PDIP dalam mencetak kader-kader politik yang berkualitas dan berintegritas.‎ Kita titipkan nafas-nafas perjuangan PDIP di tempat lain, semoga akan menjadi energi positip bagi perjuangan pembangunan bangsa ini," bebernya.

"PDIP tetap selalu bangga dengan mereka yang pernah ada bersama kami dalam suka dan duka, beda partai bukan berarti menghentikan perjuangan, justru akan memacu langkah kita bersama untuk membangun negeri."

"Kami titipkan semangat nasionalisme sejati PDIP kepada Pak Kwik untuk digelorakan dan dimplemetasikan di Tim Prabowo Sandi sehingga Pilpres 2019 benar-benar bebas dari cara-cara politik yang dapat merusak kehidupan kebangsaan kita demi Indonesia Jaya," tandas Basarah.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE