Rizal Ramli Belum Respons Somasi Dugaan Pencemaran Nama Baik

Rizal Ramli Belum Respons Somasi Dugaan Pencemaran Nama Baik
Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Rizal Ramli menyambut sejumlah ibu yang tergabung dalam #thepowerofemakemak dan mendukungnya menjadi calon presien di rumahnya di Jakarta, Jumat, 20 Juli 2018. ( Foto: Istimewa / Asni Ovier )
Yeremia Sukoyo / WBP Jumat, 14 September 2018 | 09:56 WIB

Jakarta- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem telah melayangkan somasi kepada mantan Menko Maritim Rizal Ramli (RR) atas pernyataannya yang diduga telah mendiskreditkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dalam akun Twitternya di sejumlah media massa. Surat somasi telah dilayangkan sehari setelah pernyataan keberatan Partai Nasdem atau pada Rabu (12/9) lalu. Namun hingga dua hari bergulir, Rizal Ramli sendiri belum merepon surat somasi tesebut.

"Ya sampai hari ini hari kedua, beliau (Rizal Ramli) belum respons," kata Wakil Ketua Badan Advokasi Hukum (BAHU) Partai Nasdem, Hermawi Taslim, di Jakarta, Jumat (14/9).

Partai Nasdem sendiri memberikan waktu 3x24 bagi Rizal Ramli untuk merespons keberatan Nasdem atas pernyataannya yang dianggap mendeskreditkan Jokowi dan Surya Paloh. "Kita sudah kirim somasi pertama sehari setelah konferensi pers sesuai janji kita. Batas waktu direspons kan 3x24 jam berari besok (Sabtu)," ucap Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Nasdem itu.

Jika hingga batas waktu 3x24 jam Rizal Ramli tidak memberikan tanggapan dan menarik ucapannya, maka DPP Partai Nasdem akan mengirimkan somasi kedua, dengan batas waktu hingga Senin (17/9) pagi. "Kalau masih tidak direspons, Senin siang kami lapor ke reskrim," ucapnya.

Sementara Rizal Ramli, melalui akun Twitter @RamliRizal yang diunggah, pada Kamis (13/9) menanggapi santai somasi tersebut. Rizal Ramli menilai dirinya hanya mengungkapkan fakta-fakta mengenai impor yang berlebihan. Dia menegaskan tidak ada niat dan kata-kata menghina Ketua Umum Nasdem Surya Paloh. "RR hanya ungkapkan fakta-fakta impor yang berlebihan. Tidak ada niat dan kata-kata menghina Bang Surya Paloh, sahabat RR," demikian cuit Rizal Ramli.

Sebaliknya, RR justru menyatakan bahwa SP (Surya Paloh) sangat berpengaruh, sehingga Jokowi sungkan untuk menegur Menteri Perdagangan, yang dinilai sudah merugikan petani dan menggerogoti elektibilitas Jokowi di kalangan petani dan penambak garam.

Sebelumnya Ketua DPP Partai Nasdem, Syahrul Yasin Limpo (SYL), menjelaskan, Partai Nasdem sama sekali tidak memiliki sangkut paut baik secara langsung maupun tidak langsung kebijakan impor yang diputuskan pemerintah. Menurut dia, Menteri Perdagangan memiliki dasar dan alasan kuat berdasarkan data dan situasi pasar yang ada. Pada tahapan ini, dilakukan atas kesepakatan lintas kementerian yang dipimpin langsung oleh menteri koordinator Darmin Nasution.



Sumber: Suara Pembaruan