Tim Kampanye Jokowi Tak Libatkan Kepala Daerah

Tim Kampanye Jokowi Tak Libatkan Kepala Daerah
Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Erick Thohir (tengah) menyampaikan keterangan kepada wartawan usai memimpin rapat perdana bersama TKN KIK di Jakarta, Rabu (12/9). Rapat perdana tersebut diantaranya untuk menyamakan pandangan narasi kampanye. ( Foto: ANTARA FOTO / Christie )
Aichi Halik / AHL Jumat, 14 September 2018 | 20:54 WIB

Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani memastikan, para kepala daerah aktif tidak akan menempati posisi ketua TKD (Tim Kampanye Daerah).

"Saya malah tidak melihat di TKD ini kepala daerah aktif yang menjabat karena memang tidak boleh," ujar Arsul di Rumah Cemara, Jakarta, jumat (14/9).

Menurut Arsul, ada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang melarang kepala daerah aktif menjadi tim kampanye capres-cawapres.

Namun Arsul mengatakan bahwa para kepala daerah aktif merupakan kader yang parpolnya memiliki sikap untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019.

Oleh karena itu, TKN akan meminta penjelasan kepada KPU terkait hal itu agar kepala daerah aktif tetap bisa berkontribusi di tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Jadi mereka tentu akan bergabung di TKD tapi posisi fix-nya tentu tidak sebagai Ketua TKD. Apakah sebagai pengarah, penasehat, itu akan difinalkan. Kami akan minta ketegasan KPU dan Bawaslu, posisi paling tepat dan peran yang pas tak melanggar aturan apa," ujar Arsul.

Arsul mengatakan TKD tak melibatkan kepala daerah aktif sebagai pengurusnya. Akan tetapi, ada beberapa kepala daerah terpilih yang belum menjabat dilibatkan dalam TKD.

"Ketua TKD bukan kepala daerah, kecuali kepala daerah terpilih itu ada karena ada beberapa yang baru menjabat Mei 2019," ujar Arsul di Posko Pemenangan Jokowi-Ma'ruf, Jakarta, Jumat (14/9).

Salah satu kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2018 yang masuk struktur TKD adalah Murad Ismail. Ia adalah Gubernur terpilih di Pilkada 2018 Maluku.

Hingga kini sejumlah gubernur telah menyatakan dukungannya untuk Jokowi-Ma'ruf di pilpres 2019. Mereka yang mendukung Jokowi-Ma'ruf diantaranya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, dan Gubernur Papua Lukas Enembe.



Sumber: BeritaSatu TV
CLOSE