Debat Bahasa Inggris, OSO: Bukti Tidak Ada Nasionalisme

Debat Bahasa Inggris, OSO: Bukti Tidak Ada Nasionalisme
Oesman Sapta Odang. ( Foto: B1 / Primus Dorimulu )
Robertus Wardi / YUD Jumat, 14 September 2018 | 21:14 WIB

Jakarta - Ketua Umum (Ketum) Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) menilai usulan dari kubu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang menginginkan debat Capres menggunakan bahasa Inggris adalah bukti tidak ada nasionalisme. Usulan itu hanya cari sensasi yang tidak punya substansi.

‎"Where're you nationalism? Ngapain kita bahasa Inggris di negara kita sendiri," kata OSO di Jakarta, Jumat (14/9).

Ia menjelaskan penggunaan bahasa Indonesia adalah sebagai satu simbol ‎kebanggaan bangsa ini. Simbol itu telah dilahirkan susah-payah oleh para pejuang bangsa ini. Hal itu tertuang dalam Sumpah Pemuda yang salah satunya berisikan Berbahasa Satu Bahasa Indonesia. Dengan proses itu, sudah sepatutnya bangsa ini menghargai bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa, bukan malah mendewa-dewakan bahasa bangsa lain.

"Kita harus tunjukkan kita Indonesia. Itu kebanggan kita," ujar OSO.

Dia merasa aneh karena yang melakukan debat adalah Capres yang memimpin bangsa Indonesia. Yang nonton juga masyarakat Indonesia‎. Sangat tidak logis ketika debat Capres untuk memimpin bangsa ini tapi bahasa yang dipakai adalah Inggris.

"Emang kita mau pamer bisa bahasa Inggris? Ngomong bahasa Inggris tapi rakyat enggak ngerti, gimana? Enggak usah aneh-aneh lah. Presiden Tiongkok ke mana-mana saja pake bahasa negaranya. Pemimpin Korea juga begitu. Masih banyak juga yang lain. Mereka bangga menggunakan bahasanya, bukan berarti mereka tidak bisa bahasa Inggris," tutur OSO.

Dia menambahkan zaman Soeharto menjadi Presiden, setiap kunjungan ke luar negeri, selalu menggunakan bahasa Indonesia. Dengan posisi seperti itu, Soeharto tidak pernah ditolak di mana-mana. Diplomasi berjalan baik dan sukses.



Sumber: Suara Pembaruan