Sekjen PPP Kecam Umpatan Yahya Waloni

Sekjen PPP Kecam Umpatan Yahya Waloni
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (tengah) menyampaikan keterangan pers didampingi (dari kiri) Sekjen NasDem Johnny G Plate, Sekjen Perindo Ahmad Rofiq, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan, Sekjen Hanura Herry Lontung Siregar, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Sekjen Golkar Lodewijk Freidrich Paulus, dan Sekjen PPP Arsul Sani usai melakukan pertemuan tertutup di Posko Pemenangan Cemara, Menteng, Jakarta, Minggu (12/8). Pertemuan tersebut membahas struktur organisasi Koalisi Indonesia Kerja untuk pemenangan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Galih Pradipta )
Markus Junianto Sihaloho / YS Jumat, 14 September 2018 | 22:20 WIB

Jakarta - Video pernyataan Ustaz Yahya Waloni beredar di Youtube yang berisi pernyataan mengejek cawapres KH Maruf Amin dan salah satu pendukung Jokowi-KH Maruf Amin, Tuanku Guru Bajang (TGB). Sekjen PPP Arsul Sani menilai‎ bahwa Yahya Waloni tampaknya butuh belajar mengaji dari dasar.

Dalam dua video itu, Yahya menyebut KH Maruf Amin sudah tua tapi masih mau menjadi cawapres. Sementara TGB dia sebut sebagai "Tuanku Guru Baj*in**n."

"Kalau dia disebut ustaz, kalau benar dia bicara seperti itu, maka tidak patut yang bersangkutan dipanggil ustaz. Yang bersangkutan perlu ngaji lagi. Ngaji dari yang paling dasar, apa itu tentang Islam," kata Arsul Sani, Jumat (14/9).

Menurut dia, Islam itu dari berasal dari kata Salama yang berarti salam, damai, dan mendamaikan. Bukan menyebabkan kebencian.

"Jadi kalau ada ustaz yang seperti itu, pantasnya belajar akhlaqul karimah jilid I. Jilid I bahkan," tandas Arsul.

Kata Arsul, dirinya takkan membalas Yahya dengan kata-kata kasar yang sama. "Saya tak mau kelasnya sama dengan ustaz itu," katanya.

Untuk diketahui, dalam beberapa videonya, Yahya Waloni kerap mengusung Prabowo Subianto.



Sumber: BeritaSatu.com