ICW Minta Usut Tuntas Fasilitas Mewah di Lapas

ICW Minta Usut Tuntas Fasilitas Mewah di Lapas
Sejumlah barang sitaan hasil sidak diperlihatkan saat pers rilis di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, 22 Juli 2018. ( Foto: Antara / M Agung Rajasa )
Yeremia Sukoyo / WBP Minggu, 16 September 2018 | 17:39 WIB

Jakarta - Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) harus bertindak cepat menyinkapi dugaan penggunaan fasilitas mewah di lembaga pemasyarakatan (lapas) khusus narapidana Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Koordinator Indonesian Corruption Watch (ICW) Donald Fariz menilai, fasilitas mewah lapas akan semakin membuat citra buruk penegakan hukum di Indonesia. Apalagi jika yang diakomodasi merupakan narapidana kasus korupsi.

"Harus cepat menangani perkara itu dan melakukan penegasan, penindakan terhadap orang yang memberikan fasilitas," kata Donald Fariz, di Jakarta, Minggu (16/9).

Menurutnya, dugaan penggunaan fasilitas mewah harus diantisipasi tidak hanya di Lapas Sukamiskin, namun seluruh lapas di Indonesia. "Ini problem masif, tak hanya Sukamiskin, tapi di banyak lapas masih seperti itu," ucapnya.

ICW meminta Menkumham Yasonna Laoly cepat melakukan penindakan terhadap oknum yang memberikan fasilitas mewah. Jika tidak, akan memberikan preseden buruk terhadap komitmen pemberantasan korupsi di Indonesia.

Baru-baru ini terungkap adanya sel mewah yang dihuni mantan Ketua DPR Setyo Novanto setelah inspeksi mendadak (sidak) Ombudsman RI. Saat melakukan sidak, Ombudsman memergoki M Nazaruddin tengah berada di kamar Setya Novanto. Mantan Ketua DPR RI dan eks Bendahara Partai Demokrat itu bahkan mengobrol berdua di dalam kamar.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE