KPU: Perbaikan DPTHP 60 Hari Tak Ganggu Persiapan Pemilu

KPU: Perbaikan DPTHP 60 Hari Tak Ganggu Persiapan Pemilu
Ilustrasi Pemilu Legislatif 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo )
Yustinus Paat / WBP Minggu, 16 September 2018 | 18:38 WIB

Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menegaskan upaya perbaikan dan pencermatan bersama kembali daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP) dalam waktu 60 hari ke depan tidak akan mempengaruhi persiapan logistik Pemilu 2019. Menurut Arief, KPU sebenarnya sudah mempunyai DPT dan DPTHP yang bisa dijadikan dasar penyediaan logistik pemilu.

"Enggak (hambat logistik), kan hari ini kita punya DPT-nya. Tanggal 5 September kemarin kita juga punya, hari ini kita punya DPTHP. Kalau besok ada perbaikan, maka akan kita sempurnakan angkanya," ujar Arief di Kantor KPU, Jakarta, Minggu (16/9).

Menurut Arief, yang penting adalah KPU sudah menetapkan DPTHP. Pasalnya, DPTHP ini nanti akan memengaruhi jumlah tempat pemungutan suara (TPS), kotak suara, bilik suara, formulir dan surat suara. "DPT mempengaruhi banyak hal, antara lain mempengaruhi berapa TPS yang akan didirikan, TPS itu tentu mempengaruhi berapa kotak dan bilik suara yang harus disediakan, mempengaruhi berapa banyak formulir, surat suara," tandas dia.

Selain itu, kata Arief, DPTHP ditetapkan agar partai politik bisa menganalisis data pemilih yang berpotensi bermasalah. Hal ini juga sesuai perintah UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, yang mengatakan KPU menetapkan DPT terlebih dahulu, baru membaginya kepada peserta pemilu.

"Nah Undang-Undang memberikan ketegasan soal itu, tetapkan, lalu bagikan. Mudah mudahan setelah disampaikan datanya, bisa dipelajari dicermati. Kalau masih ada masukan, tentu kita bisa memprosesnya," ungkap dia.

Arief mengatakan dalam waktu 60 hari tersebut, KPU dan berbagai pihak terkait tidak hanya mencermati data pemilih ganda. Namun persoalan lain akan dicermati secara detail dan komprehensif.

"Hari ini ternyata ada temuan, ada pemilih yang belum punya e-KTP, pemilih yang sudah di DP4 (Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu) tapi belum masuk, pemilih yang sudah di DPT tapi tidak berasal dari DP4, termasuk upload Sidalih (Sistem Informasi Data Pemilih) yang agak lambat, masukan tentang bagaimana melindungi hak warga negara kalau mereka belum punya E-KTP, proses perekamannya belum selesai," pungkas dia.

Jumlah DPTHP

Dalam Negeri
- Jumlah provinsi: 34
- Kabupaten/kota: 514
- Kecamatan: 7.201
- Kelurahan/desa: 83.370
- TPS: 805.062
- Pemilih Laki-Laki: 92.481.776
- Pemilih Perempuan: 92.602.853
- Total DPTHP: 185.084.629

Luar Negeri
- Pemilih Laki-Laki: 968.359
- Pemilih Perempuan: 1.056.985
- Total DPTHP: 2.025.344
- Jumlah pemilih TPS 501201 di 616 TPS
- Jumlah pemilih melalui Kotak Suara Keliling (KSK) 806.433 dengan jumlah KSK 1.448
- Jumlah pemilih melalui pos 717.710 dengan jumlah pos sebanyak 268



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE